HARIANKALTIM.COM – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dijadwalkan meninjau pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Balikpapan, Jumat (03/07/2026), di tengah masih bermunculannya keluhan orang tua terkait pelaksanaan seleksi, khususnya pada jalur domisili.
Berdasarkan agenda yang dipublikasikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur, peninjauan pelaksanaan SPMB di Balikpapan menjadi salah satu rangkaian kunjungan kerja Wamen setelah sehari sebelumnya menghadiri diskusi pendidikan di Samarinda.
Kunjungan tersebut berlangsung bersamaan dengan ramainya perbincangan masyarakat di media sosial mengenai hasil seleksi SPMB.
Salah satunya melalui surat terbuka yang diunggah seorang warga Balikpapan di Facebook. Dalam unggahan itu, ia mengaku anaknya gagal diterima di sekolah negeri tujuan meski berdomisili dekat dengan sekolah tersebut.
Penulis surat mempertanyakan mekanisme penentuan prioritas pada jalur domisili. Menurutnya, terdapat calon peserta didik yang rumahnya lebih jauh justru dinyatakan lolos dibanding anaknya.
Ia juga meminta pemerintah mengevaluasi aturan prioritas domisili agar tidak hanya mempertimbangkan jarak, tetapi juga memperhatikan kondisi riil di lapangan sehingga dinilai lebih memberikan rasa keadilan.
Unggahan tersebut mendapat perhatian luas dan memicu beragam tanggapan dari warganet. Sejumlah pengguna media sosial mengaku mengalami kondisi serupa, sementara lainnya meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan jalur domisili.
Di sisi lain, Disdikbud memastikan seluruh tahapan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 berlangsung sesuai jadwal.
Disdikbud menyebut proses pendaftaran melalui jalur afirmasi, domisili, mutasi, dan prestasi berjalan tanpa kendala pada sistem maupun server hingga hari terakhir pelaksanaan.
Hasil seleksi diumumkan pada hari ini sejak pukul 00.00 Wita melalui sistem daring dan masing-masing sekolah.
Disdikbud juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang serta meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan SPMB.
Sementara itu, berdasarkan keterangan Disdikbud Kaltim, agenda Wamen di Balikpapan tidak hanya meninjau pelaksanaan SPMB, tetapi juga menghadiri Diskusi Panel Pendidikan dalam rangka Hari Doa Nasional sebelum kembali ke Jakarta. (RED)






