Orang Tua Mulai Keluhkan LKS Lagi, Ada yang Mengaku Harus Beli hingga Diminta Print Sendiri

Orang Tua Mulai Keluhkan LKS Lagi, Ada yang Mengaku Harus Beli hingga Diminta Print Sendiri

HARIANKALTIM.COM – Keluhan orang tua murid soal Lembar Kerja Siswa (LKS) kembali mencuat pada awal tahun ajaran baru ini.

Di tengah jargon sekolah gratis, sejumlah wali murid mengaku masih dibebani pembelian LKS hingga keharusan mencetak sendiri.

HarianKaltim.com menerima sejumlah pengaduan dari orang tua siswa di beberapa sekolah yang tak hanya di Samarinda.

Demi ‘keamanan’ anak-anak mereka di sekolah, identitas para pelapor disamarkan.

Salah seorang wali murid, sebut saja Mawar, mengungkapkan bahwa anaknya masih diarahkan membeli LKS melalui pihak di luar sekolah.

Di sisi lain, buku paket utama yang menjadi hak siswa justru belum dibagikan. “Anak saya disuruh beli LKS, padahal buku paketnya belum ada,” tuturnya.

Kondisi serupa dialami Melati. Di sekolah anaknya, distribusi buku paket belum merata dan baru menyasar sebagian kelas, padahal Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sudah berjalan.

Cerita lain datang dari Ayu, orang tua murid sekolah dasar di Kecamatan Sungai Kunjang. Ia terkejut ketika anaknya diminta mencetak sendiri materi pelajaran dari sekolah.

Satu file buku yang harus di-print mencapai sekitar 190 halaman, sehingga terpaksa merogoh kocek hingga ratusan ribu rupiah.

“Saya harap Dinas Pendidikan turun tangan mengecek ini. Kalau harus ngeprint sendiri, jelas memberatkan orang tua,” tegas Ayu.

Bagi keluarga yang memiliki lebih dari satu anak sekolah, pengeluaran semacam ini menjadi beban ekstra di awal tahun ajaran.

Seluruh keluhan ini masih berdasar keterangan awal para orang tua murid. HarianKaltim.com tengah menelusuri lebih jauh serta berupaya mengonfirmasi pihak sekolah terkait dan Dinas Pendidikan untuk mendapat klarifikasi resmi. (RED)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com