Angka Kemiskinan di Kaltim Naik, DPRD Minta Hilirisasi dan Perbaiki Infrastruktur

Angka Kemiskinan di Kaltim Naik, DPRD Minta Hilirisasi dan Perbaiki Infrastruktur

HARIANKALTIM.COM – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Puji Setyowati meminta pemerintah untuk meningkatkan upaya mengurangi kemiskinan di Kalimantan Timur. Hal ini menyusul tingginya angka kemiskinan di Kaltim yang mencapai 6,11 persen pada Maret 2023.

Puji mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan angka kemiskinan di Kaltim naik, di antaranya adalah PHK, kurangnya lapangan pekerjaan, dan inflasi. “Kita mendorong kepada pemerintah untuk menggarap hilirisasi,” ujar Puji.

Hilirisasi adalah proses mengolah bahan mentah menjadi produk jadi dengan nilai ekonomi lebih tinggi. Puji mencontohkan, pisang di Kaltim hanya dijual sebagai bahan mentah, padahal setelah diolah menjadi produk seperti kripik, dodol, atau sale, harganya bisa mencapai 5 juta rupiah per kilogram.

“Kalau pemerintah berkomitmen mengurangi tingkat kemiskinan di wilayah yang kaya raya akan sumber daya alam ini, harus konsekuen hilirisasi diciptakan untuk lapangan pekerjaan dengan mendirikan pabrik pengolahan,” kata Puji.

Selain itu, Puji juga menyoroti pentingnya perbaikan infrastruktur di Kaltim. Menurut dia, infrastruktur yang tidak memadai membuat biaya transportasi menjadi mahal, sehingga menyulitkan masyarakat di pedesaan untuk menjual hasil pertanian dan perkebunannya.

“Dia menanam cabe di hulu sana, mau dibawa ke pasar, tetapi jalannya dari rumah menuju pasar biayanya melebihi harga cabe,” kata Puji.

Puji berharap APBD yang ada dipergunakan untuk infrastruktur dan konektivitas dibenahi, bukan hanya yang ada di perkotaan tetapi mencakup dan menjangkau masyarakat di desa-desa. (ADV/FAN)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com