Dari Tabrakan hingga Maut, Jejak Panjang Insiden Kapal Feri Dharma Kartika

Dari Tabrakan hingga Maut, Jejak Panjang Insiden Kapal Feri Dharma Kartika

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

HARIANKALTIM.COM – Insiden miringnya kapal feri KM Dharma Kartika IX di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Selasa (27/01/2026), menewaskan tiga orang.

Peristiwa tersebut menjadi insiden paling fatal yang melibatkan armada feri Dharma Kartika dalam beberapa tahun terakhir.

KM Dharma Kartika IX, kapal penumpang yang dioperasikan PT Dharma Lautan Utama, mengalami kemiringan saat proses sandar. Kendaraan berat di geladak bergeser dan menimpa penumpang.

Tiga orang meninggal dunia akibat terjepit. Tiga penumpang lainnya mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit.

Tim gabungan Basarnas, TNI AL, Polri, dan petugas pelabuhan melakukan evakuasi selama beberapa jam.

Seluruh korban meninggal telah dievakuasi dan diidentifikasi oleh tim DVI. Aparat masih menyelidiki penyebab teknis kemiringan kapal.

Insiden Balikpapan menambah daftar kejadian yang melibatkan armada Dharma Kartika. Pada Juli 2025, KM Dharma Kartika II terlibat tabrakan dengan tongkang bermuatan batu bara di perairan Sungai Barito, Kalimantan Selatan.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun lambung kapal mengalami kerusakan. Ratusan penumpang dievakuasi dan perjalanan dialihkan. Otoritas pelayaran menyebut faktor alur dan kondisi perairan sebagai penyebab.

Pada 2024, insiden lain terjadi di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Sebuah truk dilaporkan terbakar saat antre masuk ke KM Dharma Kartika II. Peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa, namun mengganggu operasional pelayaran.

Dalam periode 2024 hingga 2025, sejumlah laporan juga mencatat kasus penumpang jatuh atau diduga melompat ke laut dari kapal milik operator yang sama di lintasan penyeberangan antarpulau. Beberapa korban ditemukan meninggal setelah dilakukan operasi pencarian dan pertolongan.

Berdasarkan penelusuran Hariankaltim.com, sebagian besar insiden tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kejadian di Balikpapan menjadi titik balik karena menimbulkan korban meninggal dalam jumlah lebih dari satu orang dan terjadi di area pelabuhan saat kapal tidak sedang berlayar.

Hingga kini, aparat dan otoritas pelabuhan masih melakukan pemeriksaan terhadap KM Dharma Kartika IX. Pemeriksaan meliputi prosedur sandar, pengamanan muatan kendaraan, serta kondisi teknis kapal. Belum ada kesimpulan resmi terkait penyebab pasti insiden tersebut. (RED)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com