Banjir Balikpapan–Samarinda Makin Parah, Ada Faktor yang Selama Ini Terabaikan?

Banjir Balikpapan–Samarinda Makin Parah, Ada Faktor yang Selama Ini Terabaikan?

HARIANKALTIM.COM – Hujan yang turun sejak subuh membuat Samarinda dan Balikpapan kembali dikepung banjir, Jumat (29/11/2025).

Dua kota terbesar di Kaltim ini serentak mengalami genangan di puluhan titik, bahkan beberapa ruas utama sempat lumpuh.

Fenomena ini memicu pertanyaan baru: apa sebenarnya yang memicu kondisi semakin parah tahun ini?

Di Samarinda, banjir muncul antara lain di kawasan Jalan Kadrie Oening, HM Ardans, KS Tubun, Cipto Mangunkusumo, HM Rifaddin (depan UINSI) hingga Mugirejo. Kedalaman air di sejumlah titik mencapai 20–50 sentimeter.

Arus lalu lintas tersendat, kendaraan rendah kesulitan melintas, dan beberapa sekolah melaporkan keterlambatan masuk karena akses tertutup genangan.

Balikpapan tak jauh berbeda. Di antaranya ruas MT Haryono, terutama di sekitar RS Siloam hingga simpang Grand City, kembali tergenang.

Air mengalir deras dari kawasan perbukitan dan memusat di badan jalan, menyebabkan antrean kendaraan mengular.

Di beberapa titik permukiman, warga terpaksa menahan air yang mulai masuk ke halaman rumah.

Menurut BMKG, cuaca ekstrem dipicu oleh awan konvektif yang berkembang cepat di wilayah pesisir Kaltim.

Namun, di lapangan, faktor lain juga tampak berperan: kapasitas drainase yang tidak lagi memadai, penyempitan saluran, serta alih fungsi lahan yang terus meningkat dalam satu dekade terakhir.

BPBD Kota Samarinda mencatat sedikitnya 25 titik genangan, sementara tim reaksi cepat di Balikpapan mengerahkan petugas untuk mengatur lalu lintas dan membantu warga.

Hingga sore, belum ada laporan kerusakan berat, namun potensi banjir susulan masih terbuka jika hujan kembali turun.

Meningkatnya frekuensi banjir serentak di dua kota besar ini menimbulkan kekhawatiran baru.

Pengamat tata ruang menyebut kejadian hari ini sebagai “alarm keras” atas kapasitas kota yang semakin berat menahan limpasan air. Warga diminta tetap waspada, terutama di kawasan cekungan dan bantaran sungai.

BPBD mengimbau masyarakat melaporkan kondisi darurat melalui call center resmi. Sementara itu, evaluasi penanganan drainase diperkirakan menjadi sorotan utama pemerintah daerah dalam beberapa hari ke depan. (RED)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com