HARIANKALTIM.COM – Getaran gempa bumi yang berpusat di Palu, Sulawesi Tengah, kembali dirasakan warga Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (16/06/2026). Sejumlah warga melaporkan merasakan bangunan bergoyang, termasuk pengunjung di Big Mall Samarinda.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan lampu dan sejumlah benda di dalam pusat perbelanjaan tersebut bergoyang akibat getaran gempa. Meski sempat membuat pengunjung saling bertanya dan waspada, tidak ada laporan kerusakan maupun kepanikan berarti.
Berdasarkan data BMKG, gempa berkekuatan magnitudo 6,7 itu terjadi pada pukul 11.27 WITA. Episentrum berada sekitar 42 kilometer tenggara Palu dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa dangkal tersebut tidak berpotensi tsunami.
BMKG mencatat guncangan terkuat dirasakan di Palu dan sekitarnya dengan intensitas VI-VII MMI. Sementara di Samarinda dan Balikpapan, getaran dirasakan pada skala II-III MMI atau cukup untuk membuat benda-benda ringan bergoyang dan dirasakan banyak orang di dalam bangunan.
Peristiwa ini mengingatkan pada gempa besar Palu-Donggala pada 28 September 2018. Saat itu, gempa berkekuatan magnitudo 7,4 hingga 7,5 memicu tsunami dan likuefaksi yang menewaskan lebih dari 4.300 orang serta menyebabkan kerusakan luas di Sulawesi Tengah.
Tujuh tahun lalu, getaran gempa Palu juga dilaporkan terasa hingga Kalimantan Timur, termasuk Samarinda, Balikpapan, Bontang, dan Kutai Kartanegara. Banyak warga saat itu keluar dari rumah maupun gedung karena merasakan guncangan yang tidak biasa.
Meski magnitudo gempa kali ini lebih kecil, getarannya tetap mampu menjangkau wilayah yang berjarak ratusan kilometer. Kondisi geologi Pulau Kalimantan yang relatif stabil memungkinkan gelombang seismik merambat lebih jauh dibanding di wilayah yang dipenuhi patahan aktif.
Hingga Selasa sore, BMKG masih memantau aktivitas gempa susulan di Sulawesi Tengah dan mengimbau masyarakat tetap tenang serta mengikuti informasi resmi dari lembaga berwenang. (RED)






