SOROTAN
FAM Resmi Laporkan Kasus Miliaran Baznas Kaltim ke Kejaksaan        Salah Satu SPBU Baru di Samarinda Diduga Langgar Aturan      Kontraktor Curhat Setoran Naik Jadi 15 Persen      Warga Tetangga PDAM Ngaku Tak Pernah Dapat Bantuan CSR      Ada Tulisan Parkir Gratis, Tapi Jukir di Minimarket Masih Dibiarkan
Event  

Gubernur: Perbaiki Manajemen & Akuntansi Baznas Kaltim Agar Transparan

Gubernur: Perbaiki Manajemen & Akuntansi Baznas Kaltim Agar Transparan

Gubernur Kaltim, Isran Noor berpesan agar Baznas Kaltim terus memperbaiki sistem manajemen, juga sistem akuntansi mereka agar pengelolaan lembaga ini bisa lebih profesional dan transparan.

“Perbaiki sistem manajemen dan akuntansinya. Bangun kepercayaan masyarakat dan para muzaki dengan menunjukkan amanah dan jalankan tugas ini dengan jujur,” pesan Gubernur.

Harapan ini disampaikan Isran saat menerima kedatangan para pengurus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kaltim di ruang kerjanya, Selasa 11 Januari 2022.

Pertemuan dihadiri Ketua Baznas Provinsi Kaltim H Ahmad Nabhan, Ketua Dewan Pengawas Baznas Kaltim HM Jauhar Efendi, Anggota Dewan Pengawas Baznas Kaltim H Elto dan Kepala Biro Kesra Andi Muhammad Ishak.

Dalam pertemuan itu, pihak Baznas melaporkan akan menggelar rapat koordinasi daerah (Rakorda) pekan pertama Februari mendatang di Balikpapan.

Gubernur: Perbaiki Manajemen & Akuntansi Baznas Kaltim Agar Transparan

Rakorda rencananya dihadiri Gubernur Isran Noor dan para bupati/wali kota. Selain, juga diundang para ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Kaltim.

“Harapan kami akan ada kesepakatan dari Rakorda nanti. Terutama terkait pengaturan pengumpulan hasil zakat dari seluruh UPZ ke Baznas Provinsi untuk dicatat dan selanjutnya akan kita salurkan kembali ke UPZ-UPZ,” kata Ketua Baznas Kaltim H Ahmad Nabhan usai bertemu Gubernur Isran Noor.

Sebelumnya Nabhan melaporkan kepada Gubernur, pengumpulan zakat pada 2021 sekitar Rp 7 miliar.

Tahun sebelumnya, zakat terkumpul kurang lebih sama sekitar Rp 7 miliar.

Nabhan menyebutkan tahun ini, Baznas Pusat menargetkan pengumpulan zakat sebesar Rp 20 miliar untuk Baznas Provinsi.

“Secara keseluruhan pusat menargetkan pengumpulan zakat sebesar Rp 180 miliar, termasuk zakat fitrah. Di luar zakat fitrah ditargetkan sebesar Rp 103 miliar. Saat ini ada sekitar Rp 40 miliar dari seluruh Kaltim. Jadi kita masih akan bekerja keras untuk mengumpulkan Rp 60 miliar lagi,” urai Nabhan.

“Kami sepakat untuk tidak menyalahgunakan zakat dari para muzaki. Kami akan salurkan kepada para mustahik atau pihak-pihak yang benar-benar memerlukan. Insyaallah kami akan amanah,” tegasnya sebagaimana rilis Pemprov.