Ramai Disorot Soal THR 300 Amplop, Baznas Kaltim Sebut Bukan Diambil dari Dana Zakat

Ramai Disorot Soal THR 300 Amplop, Baznas Kaltim Sebut Bukan Diambil dari Dana Zakat
Insert: Ketua Baznas Kaltim, Ahmad Nabhan

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

HARIANKALTIM.COM – Pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) yang melibatkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kaltim menuai ramai sorotan tajam dari masyarakat.

Setelah viralnya antrean panjang di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Timur, di mana beberapa warga yang terlihat mengenakan perhiasan emas dan mengendarai motor mewah menerima bantuan, memunculkan pertanyaan terkait sumber dana Baznas untuk 300 amplop dari total 1.000 penerima bantuan.

Berbagai komentar kritis memenuhi kolom media sosial, dengan salah satu warganet bertanya, “Terus Baznas kenapa ikut andil nyumbang 300 amplop? Dana dari mana ya? Apakah hasil dari zakat yang disetor oleh masyarakat? Tepatkah itu sasaran penerimanya?”.

Komentar lainnya menanyakan “Urgensinya apa ya Baznas ikut kasih amplop?”

Menanggapi hal ini, Ketua Baznas Kaltim, Ahmad Nabhan, saat  dikonfirmasi HarianKaltim.com via WhatsApp, Jumat (04/04/2025), menjelaskan bahwa dana untuk bantuan tersebut bukan berasal dari dana zakat.

“Itu yang kita berikan bukan dana zakat, tetapi dana infak dan dana CSR (Corporate Social Responsibility perusahaan. Red). Karena infak dan CSR tidak terikat dengan delapan asnaf (golongan penerima zakat),” jelasnya.

Meski begitu, kritikan terhadap transparansi dan ketepatan sasaran penerima bantuan tetap berlanjut.

Publik menilai bahwa kolaborasi antara Baznas dan acara serupa perlu dipertimbangkan lebih matang agar tak menimbulkan kebingungan atau ketidakpahaman masyarakat mengenai peruntukan dana tersebut. (RED)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com