HARIANKALTIM.COM – Jembatan Sambera di Desa Tanjung Limau, Muara Badak, Kutai Kartanegara, berulang kali mengalami kerusakan.
Kondisi tersebut diduga kuat disebabkan oleh salah satunya mobilitas angkutan truk yang melebihi kapasitas jalan dan jembatan.
Untuk mengatasinya, muncul wacana untuk melakukan razia terhadap kendaraan yang melintas, khususnya truk angkutan Over Dimension Overload (ODOL).
“Wacana razia itu berdasarkan Berita Acara (BA) Rapat dengan Pak Camat Muara Badak. Dalam pertemuan itu diusulkan juga dibuat portal, sehingga kendaraan-kendaran angkutan harus menyesuaikan kelas jalan,” ungkap Kabid Bina Marga Dinas PU Kukar, Restu Irawan, dikonfirmasi, Senin (19/09/2022).
Ditambahkan, angkutan ODOL ini biasanya mengubah karoseri mobil angkutan, atau agar muatan bisa berlebih.
“Menambah panjang, nambah lebar, dan lain-lain. Kalau kami dari PU sudah berusaha melakukan yang terbaik aja untuk pengguna jalan,” ujarnya.
Restu menyampaikan pula, bahwa Jembatan Sambera telah kembali diperbaiki pada Sabtu hingga Minggu lalu.

“Kemudian akan ditambahkan pipa lagi, karena ada butuh pipa. Tapi kemarin ada perusahaan yang mau bantu sebagai bentuk CSR kepedulian perusahaan yang beroperasi di Muara Badak,” terangnya.
Hanya saja, ada pula pihak perusahaan yang tidak hadir saat diundang dalam pertemuan membahas kerusakan jembatan itu.
“Jumat kemarin, perusahaan yang biasa menggunakan jalur itu untuk angkut TBS dan CPO, sudah diundang tapi gak datang,” ujarnya. (TIM)







