SOROTAN
FAM Resmi Laporkan Kasus Miliaran Baznas Kaltim ke Kejaksaan        Salah Satu SPBU Baru di Samarinda Diduga Langgar Aturan      Kontraktor Curhat Setoran Naik Jadi 15 Persen      Warga Tetangga PDAM Ngaku Tak Pernah Dapat Bantuan CSR      Ada Tulisan Parkir Gratis, Tapi Jukir di Minimarket Masih Dibiarkan
Event  

KMD Penggalang 2021 Sukses, Erham Ingatkan Tantangan

KMD Penggalang 2021 Sukses, Erham Ingatkan Tantangan

Kursus Mahir Dasar Pembina Pramuka (KMD) Golongan Penggalang Tahun 2021 garapan Kwartir Cabang Kota Samarinda, berjalan lancar dan sukses.

Acara yang diikuti 53 peserta ini ditutup secara resmi pada Minggu (21/11/2021), oleh Wakil Ketua Kwarcab Samarinda, Erham Yusuf mewakili Ketua Kwarcab Rusmadi.

Berlokasi di Area Wisata Air Terjun Pinang Seribu, upacara digelar di salah satu gazebo berukuran cukup lapang.

Dalam sambutannya, Erham mengingatkan mengenai tantangan para pembina Pramuka di era milenial saat ini.

“Sekarang, anak-anak kita cenderung sering sibuk dengan gadget, sehingga mengurangi kepedulian terhadap sesama, ini tantangan yang harus kita hadapi bersama,” ujar Erham yang juga menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Samarinda ini.

Makanya, ia berharap, para pembina Pramuka bisa mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selepas KMD ini.

Ia kemudian mengutip semboyan pendidikan yang digaungkan Ki Hajar Dewantara yakni “ing ngarso sung tulodo, ing madyo mbangun karso, tut wuri handayani” yang artinya di depan menjadi teladan, di tengah membangun semangat, di belakang memberikan dorongan.

NARAKARYA

Ditemui di lokasi, Ketua Pusdiklat Kwarcab Samarinda, M Hatta Toha bersyukur KMD berjalan lancar dan seluruh peserta dalam kondisi sehat.

“Alhamdulillah, sebagaimana laporan Kak Sunangin selaku Pimpinan Kursus, semua peserta yang berjumlah 53 orang tidak ada yang sakit, dan mereka antusias mengikuti kursus hingga tuntas,” ungkapnya kepada HarianKaltim.com, usai upacara penutupan.

Tak lupa, Hatta yang juga pengawas sekolah di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Samarinda ini berpesan dengan berakhirnya KMD bukan berarti tugas peserta pun sudah selesai.

Sebab fase selanjutnya para pembina Pramuka tersebut memasuki masa pengembangan atau Narakarya 1. 

“Rentang waktu Narakarya 1 minimal 6 bulan, maksimal satu tahun. Ini merupakan proses implementasi ilmu yang didapat dari KMD,” terangnya.

Para pembina, sambung dia, setidaknya bisa mencetak peserta didik Pramuka Penggalang tingkat Ramu di Gugusdepan masing-masing.

“Mudah-mudahan bisa sampai Penggalang Rakit, hingga Terap,” ujarnya.

Seluruh rencana kegiatan yang akan dilaksanakan di Gugusdepan harus dituangkan ke dalam laporan RTL atau Rencana Tindak Lanjut.

Dan RTL ini harus dilaporkan ke Kwarcab,” jelasnya mengingatkan. (mh)