Masyarakat Kaltim Diharapkan Berpartisipasi Aktif dalam Pemilu 2024

Masyarakat Kaltim Diharapkan Berpartisipasi Aktif dalam Pemilu 2024

HARIANKALTIM.COM – Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Timur Jahidin menyerukan bahwa masyarakat yang aktif partisipatif dalam Pemilu 2024 tentu menciptakan iklim demokrasi yang sehat. Dengan begitu, angka pengurangan golongan putih (Golput) akan bisa ditekan dan meningkatkan kepedulian rakyat terhadap politik Indonesia.

“Kita harus menghormati dan menghargai setiap calon yang maju, termasuk calon legislatif perempuan. Ini adalah bukti bahwa Kaltim adalah daerah demokratis yang memberikan kesempatan yang sama bagi semua warga negaranya,” ujar Jahidin di Samarinda.

Jahidin juga menegaskan, sebagai anggota DPRD Kaltim, ia akan berperan aktif dalam mendorong Pemilu damai dan partisipatif di Kaltim.

Salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah dengan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menggunakan hak pilih.

“Kita juga harus menjaga suasana kondusif di tengah persaingan tiga calon presiden,” tutur Jahidin.

Ia menyampaikan, masing-masing tim sukses harus berdemokrasi dengan sehat, tidak saling menjatuhkan atau menyerang pribadi masing-masing calon. Sebaliknya, tim sukses harus menawarkan visi, misi, dan program yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Jangan sampai ada yang saling menjelek-jelekkan satu sama lain, karena itu akan merusak citra demokrasi kita. Kita harus mengedepankan sikap santun, toleran, dan saling menghormati,” imbuh Jahidin.

Jahidin juga mengungkapkan, angka golput di Kaltim masih cukup tinggi, seperti yang terjadi di Pemilu sebelumnya, di Samarinda dan Kutai Kartanegara sekitar 30-40 persen. Ia berharap, angka tersebut bisa ditingkatkan pada Pemilu 2024.

“Kita semua mengharapkan supaya masyarakat itu betul-betul menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara yang baik. Jangan golput, karena kalau golput itu tidak ada pendirian yang tegak. Sebagai warga negara, kita harus ikut menyumbangkan suara kita,” pesan Jahidin.

Ia juga mengapresiasi peran media dalam memberikan literasi dan dukungan kepada masyarakat agar tidak golput. Ia berharap, kerjasama antara pemerintah, partai politik, tim sukses, masyarakat, dan media massa bisa terus terjalin untuk menciptakan Pemilu damai dan partisipatif di 2024.

“Siapapun yang terpilih nantinya di antara para calon, ada kelebihan dan kekurangan sebagai manusia. Tetapi di antara itu, ada yang dianggap terbaik oleh masyarakat. Itu kembali kepada yang mempunyai hak pilih masing-masing untuk menilainya,” tutur Jahidin.

Sebelumnya, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim Sufian Agus menerangkan, pada pilkada serentak di Kaltim 2020 lalu, kalau dilihat angka partisipasi pemilih masih di bawah standar nasional, dengan tingkat partisipasi 66 persen, sedangkan patokan standar nasional 77 persen.

Disampaikannya, pada pilkada 2020 lalu, tingkat partisipasi pemilih tertinggi ada di Kabupaten Mahakam Ulu dengan persentase 78,6 persen dari 26.544 Daftar Pemilih Tetap (DPT), diikuti Kutai Barat 71,97 persen dari 113.794 DPT, berikutnya Bontang 71,94 persen dari 121.694 DPT.

“Kemudian pada urutan tingkat partisipasi pemilih pada pilkada 2020 lalu ditempati Kabupaten Berau 70,43 persen dari 159.254 DPT, lalu Paser 68,55 persen dari 187.877 DPT, dilanjutkan Kutim 66,51 persen dari 232.641 DPT,” sebut Sufian Agus.

Lanjutnya, urutan berikutnya Kota Balikpapan dengan angka partisipasi 60,13 persen dari 443.243 DPT, terus Kutai Kartanegara 57 persen dari 488.055 DPT dan terendah Samarinda 52,26 persen dari 576.981 DPT. (ADV/FAN)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com