Tantangan di Sektor Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus, Rasio Jumlah Guru Belum Sebanding

Tantangan di Sektor Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus, Rasio Jumlah Guru Belum Sebanding

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

HARIANKALTIM.COM – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Puji Setyowati berupaya meningkatkan mutu pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus di Kaltim

“Saat ini rasio jumlah guru yang tersedia dengan jumlah anak berkebutuhan khusus belum sebanding,” ungkapnya.

Politisi Demokrat ini menjelaskan anak-anak berkebutuhan khusus tersebut memang membutuhkan perhatian khusus. Terlebih, saat mereka masuk sekolah pertam akalinya.

“Setiap anak perlu diberikan perhatian dan stimulus yang sesuai dengan karakter dan keistimewaan mereka. Namun, rasio satu guru untuk tiga hingga lima siswa masih terlalu rendah untuk memenuhi kebutuhan ini,” katanya.

Untuk mengatasi masalah ini, Puji Setyowati dan Komisi IV DPRD Kaltim mencari berbagai solusi. Salah satunya adalah dengan pengangkatan guru-guru SLB yang saat ini belum memiliki penempatan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Dengan demikian, jumlah guru SLB yang tersedia akan bertambah.

Selain itu, kerja sama dengan perguruan tinggi negeri dalam mendirikan jurusan khusus untuk guru-guru SLB juga dinilai sebagai salah satu solusi. Meskipun pendidikan tersebut sudah tersedia di Jawa, namun upaya untuk membawanya ke Kalimantan Timur memerlukan waktu dan biaya yang besar.

Oleh karena itu, kerja sama dengan perguruan tinggi yang ada di Benua Etam juga dianggap sebagai alternatif yang layak.

“Semoga dengan upaya yang lebih besar, mereka dapat meraih pendidikan yang setara dengan anak-anak lainnya,” tutupnya. (ADV/SIKO)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com