Jasa Marga: Kebut Tol Balikpapan – Samarinda Pakai Sistem Tabungan

Mengejar target rampung Presiden Jokowi pada Desember 2018, proyek jalan Tol Samarinda – Balikpapan yang masuk ke dalam daftar 37 proyek prioritas nasional terus dikebut pengerjaannya.

Direktur Utama PT Jasa Marga Balikpapan-Samarinda (JBS), Arie Irianto mengakui faktor cuaca menjadi salah satu kendala proses konstruksi.

Namun, curah hujan yang sedang tinggi, terutama Desember – Februari tidak boleh menjadi alasan keterlambatan pengerjaan yang mau tidak mau harus dihadapi.

Diakuinya, problem alam (hujan) merupakan problem klasik. Siasat yang bisa diupayakan untuk mengantisipasi problem hujan adalah dengan melihat historical data curah hujan dari BMKG.

Lalu akan disusun jadwal kerja berdasarkan data yang diterima. Sehingga ketika cuaca sedang baik, pengerjaan realisasi konstruksi akan diupayakan melebihi rencana.

“Agar kita ada tabungan pekerjaan,” kata Arie dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (8/12/2017).

Ia menuturkan secara teknis kendala hujan dalam proses konstruksi bisa disiasati. Misalnya dengan menutup lahan dan daerah kuari (pengurukan) yang sudah ditimbun oleh tanah dengan terpal.

Ini supaya tanah tetap kering dan dibuka kembali ketika hujan berhenti. Namun untuk jalan yang sudah dibeton, faktor hujan tidak akan banyak mengganggu.

PT JBS tetap optimis terhadap target selesai proyek Jalan Tol Balikpapan Samarinda di Desember 2018.

Ruas tol mulai digunakan secara komersial pada Januari 2019 dengan tarif Rp1000/km untuk kendaraan golongan I sesuai dengan hasil lelang investasi.

Uji kelayakan jalan akan dilakukan pada awal bulan Desember 2018 selama dua minggu. Setelahnya akan dibuka untuk umum secara gratis selama satu minggu.

Proyek ini diharapkan meningkatkan konektivitas serta mengurangi biaya logistik dan waktu tempuh antara Kota Samarinda dan Kota Balikpapan. Dengan menggunakan tol tersebut, warga bisa memangkas jarak dan waktu.

Kalau dibandingkan dengan melewati jalan nasional biasa, jaraknya mencapai 130 km sedangkan bila menggunakan jalan tol hanya 99 km.

Dari aspek waktu dapat dilihat dari kecepatan rata-rata, dimana bila menggunakan jalan tol kendaraan dapat dipacu kecepatannya hingga 80km/jam, sedangkan bila menggunakan jalan biasa hanya bisa 40 s.d 50 km/jam.

Dengan kecepatan kendaraan yang stabil maka akan berpengaruh pada penghematan bahan bakar.

You may also like...

Sampaikan komentar terbaik Anda