HARIANKALTIM.COM – Baru saja diresmikan pada 2024, namun gedung megah SMAN 14 Samarinda ternyata sudah mengalami kerusakan.
Salah satunya adalah retakan pada dinding ruang kepala sekolah yang berada di lantai satu, serta pada dinding yang terletak di depan pintu ruangan tersebut.

Proyek pembangunan gedung ini dimulai pada 2019 dan diselesaikan pada 2023, dengan total anggaran sekitar Rp42.444.780.200, yang bersumber dari APBD Provinsi Kalimantan Timur.
Pada Tahun Anggaran 2021, pembangunan dimulai dengan alokasi anggaran sebesar Rp11.300.000.000 untuk pematangan lahan dan struktur bangunan.
Selanjutnya, pada 2022, sebesar Rp4.469.110.000 digunakan untuk pembangunan struktur lanjutan dan arsitektur lantai satu.
Dan pada 2023, anggaran sebesar Rp26.675.670.200 digunakan untuk pembangunan lanjutan struktur bangunan, arsitektur lantai dua dan tiga, serta fasilitas tambahan seperti kantin, taman, PJU, lapangan upacara, dan area parkir.
Pembangunan gedung tiga lantai ini memiliki daya tampung untuk 736 siswa, dengan fasilitas 21 ruang kelas, 4 laboratorium, ruang guru, ruang rapat, ruang Kepala Sekolah, dan sejumlah fasilitas lainnya.
Meskipun sudah diresmikan dan mulai digunakan pada akhir 2023, kerusakan di beberapa bagian gedung yang diawasi oleh konsultan CV. Geosylva Lestari ini menunjukkan adanya masalah kualitas pembangunan yang patut disorot.
KONFIRMASI
Media ini telah mencoba menghubungi pihak kontraktor, CV. Berkarya Mubarak Bersaudara, untuk mendapatkan klarifikasi. Namun, nomor telepon kantor perusahaan yang beralamat di Loa Bakung tidak dapat dihubungi.
Selain itu, penelusuran alamat tersebut mengungkapkan bahwa lokasi yang tertera bukanlah kantor, melainkan sebuah tempat cukur rambut.
Hariankaltim.com juga telah meminta konfirmasi dari Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Kaltim, M. Jasniansyah. Namun ia belum bisa berkomentar banyak.
“Saya harus cek kembali, karena untuk lantai satu, pekerjaannya dilakukan sebelum saya bergabung dengan Disdikbud dan Bidang SMA,” ujar mantan pejabat kepegawaian di BKD Kaltim ini via WhatsApp, beberapa waktu lalu. (RED)







