HARIANKALTIM.COM – PT Pertamina (Persero) mengklaim telah membuka bengkel gratis dan memperbaiki ratusan kendaraan milik warga Kalimantan Timur (Kaltim) yang mengalami kerusakan usai mengisi BBM di SPBU resmi.
Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Direktur Utama Pertamina, Wiko Migantoro, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Kamis (22/5/2025).
“Perbaikan sudah dilakukan. Di Samarinda misalnya, kami perbaiki 49 unit kendaraan roda empat dan 6 unit roda dua. Di Bontang ada 39 mobil dan 26 motor, sementara di Balikpapan 60 mobil dan 4 motor,” ujar Wiko di hadapan anggota DPR, sebagaimana tayangan TV Parlemen.
Pertamina juga bekerja sama dengan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) untuk menyediakan layanan bengkel gratis di tiga kota tersebut. “Kami tidak berpuas diri. Kami akan terus melakukan pengawasan dan kontrol kualitas BBM di SPBU-SPBU,” tambahnya.
Menurut Wiko, upaya ini merupakan tindak lanjut dari keluhan masyarakat di Kaltim, termasuk Samarinda, Bontang, dan Balikpapan, terkait kerusakan mesin kendaraan usai menggunakan BBM jenis Pertamax.
Ia menjelaskan, dari hasil uji mutu, BBM yang diambil langsung dari SPBU Pertamina masih sesuai spesifikasi. Namun, sampel BBM yang diuji dari dalam tangki kendaraan ditemukan berada dalam kondisi “off spek” atau tidak sesuai standar.
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menambahkan bahwa hingga saat ini Pertamina telah mengoperasikan enam bengkel perbaikan: masing-masing tiga bengkel untuk kendaraan roda empat dan tiga untuk roda dua di Kaltim.
“Ini bentuk perhatian kami terhadap konsumen. Meskipun secara teknis permasalahan bukan berasal dari SPBU, kami tetap hadir memberikan solusi dan layanan perbaikan,” ujar Ega.
Langkah ini diambil Pertamina sebagai bentuk tanggung jawab dan untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap produk BBM mereka, terutama di wilayah yang terdampak. (RED)







