Omongan Bos Gas LPG Pertamina saat Temui Gubernur Kaltim Dianggap Hanya Obral Janji

Omongan Bos Gas LPG Pertamina saat Temui Gubernur Kaltim Dianggap Hanya Obral Janji

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

HARIANKALTIM.COM – Isu kelangkaan dan lonjakan harga gas LPG 3 kg yang kerap terjadi di Kalimantan Timur kembali menjadi sorotan tajam.

Pasca pertemuan dengan Gubernur Kaltim pada Senin lalu (06/10/2025), pernyataan komitmen PT Pertamina Patra Niaga untuk menjamin pasokan justru menuai kritik pedas karena dianggap hanya retorika di tengah masalah kronis yang terus berulang.

Sebagai pengingat, kondisi di lapangan pada beberapa waktu lalu menunjukkan harga gas melon sempat menembus Rp 40.000 hingga Rp 50.000, jauh di atas HET Rp 20.000.

Keresahan publik atas masalah yang kambuhan inilah yang disorot tajam oleh pihak lembaga swadaya masyarakat.

Mereka mengkritik pernyataan Executive General Manager (EGM) PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani, yang berjanji akan “terus berupaya memastikan suplai energi aman.”

“Frasa ‘terus berupaya’ itulah yang kami sebut sebagai ‘obral janji’. Itu adalah bahasa birokrasi yang sama setiap kali masalah terjadi,” tegas Ibrohim, Sekretaris Koalisi Peduli Publik Kaltim (KPPK), Rabu (08/10/2025).

“Saat publik masih trauma dengan harga Rp 50.000 beberapa waktu lalu, jawaban normatif seperti itu menyinggung rasa keadilan.”

KPPK menilai masalah utama bukanlah pada suplai. Berdasarkan data, konsumsi normal harian LPG 3 kg di Kaltim adalah 373 metrik ton atau setara dengan 124.333 tabung per hari.

Ibrohim menegaskan, jumlah sebesar ini seharusnya lebih dari cukup jika distribusi dan pengawasan berjalan benar.

“Jadi, persoalannya bukan pada ‘memastikan suplai’, karena suplainya sangat besar. Masalahnya ada pada memastikan distribusi yang tepat sasaran. Kami menduga kuat masih banyak kebocoran,” jelasnya.

KPPK mendesak Pertamina untuk beralih dari retorika ke aksi nyata dengan melakukan audit menyeluruh jalur distribusi dan menindak tegas oknum internal maupun eksternal yang bermain.

“Tanpa langkah-langkah drastis tersebut, pernyataan komitmen dari Pertamina hanya akan menjadi catatan rapat yang tidak berarti apa-apa bagi warga Kaltim,” pungkasnya. (RED)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com