HARIANKALTIM.COM — Memasuki pekan ketiga Ramadan 1447 Hijriah, harga cabai rawit di Kalimantan Timur masih tergolong tinggi.
Data pemantauan harga pangan daerah menunjukkan harga cabai rawit merah pada 5 Maret 2026 berada di kisaran Rp74.625 per kilogram.
Angka tersebut tercatat dalam laporan pemantauan harga bahan kebutuhan pokok yang disampaikan pemerintah daerah dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah.
Meski demikian, harga cabai rawit di Kaltim sempat berada pada level jauh lebih tinggi pada awal tahun ini.
Data pemantauan harga pangan nasional menunjukkan harga cabai rawit di provinsi Bumi Etam ini berada di kisaran Rp128 ribu hingga Rp139 ribu per kilogram sepanjang Januari hingga Februari 2026.
Pada 16 Januari 2026, harga cabai rawit tercatat sekitar Rp137.550 per kilogram. Dua pekan kemudian, pada 30 Januari 2026, harga berada di kisaran Rp128.950 per kilogram.
Memasuki Februari, harga kembali naik. Pada 10 Februari 2026 tercatat sekitar Rp135.200 per kilogram. Enam hari kemudian, tepatnya 16 Februari 2026, harga mencapai sekitar Rp137.700 per kilogram.
Menjelang akhir Februari, harga cabai rawit kembali meningkat hingga sekitar Rp139.950 per kilogram.
Pada periode yang sama, rata-rata harga cabai rawit secara nasional berada di kisaran Rp85 ribu per kilogram, sehingga harga di Kalimantan Timur termasuk yang lebih tinggi dibanding sejumlah daerah lain.
Cabai rawit merupakan salah satu komoditas pangan yang sering mengalami fluktuasi harga dan menjadi perhatian dalam pemantauan inflasi pangan.
Di Kalimantan Timur, pasokan cabai rawit sebagian besar berasal dari luar daerah, terutama dari Sulawesi dan Jawa.
Distribusi antarpulau serta ketersediaan pasokan kerap memengaruhi pergerakan harga komoditas hortikultura di wilayah Kaltim. (RED)






