Ribuan Pelanggan PDAM Merana Gara-gara ‘Garukan Exca’ di Jl Cermai, FKP Bersuara

Ribuan Pelanggan PDAM Merana Gara-gara 'Garukan Exca' di Jl Cermai, FKP Bersuara

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Gara-gara pecahnya pipa induk untuk distribusi air ledeng, ribuan pelanggan PDAM di Kota Samarinda menjadi korban.

Kabar kerusakan ini diumumkan pihak Perumdam Tirta Kencana, Selasa (19/10/2021) malam tadi, via media sosial.

Disampaikan permohonan maaf terganggunya aliran distribusi di sejumlah kawasan akibat adanya pipa bocor Dn 400 mm lantaran kena garuk alat berat excavator di lokasi proyek drainase Jalan Cermai, Kampung Jawa.

Aliran distribusi yang mengalami gangguan yakni jalur Reservoir Segiri dari IPA Cendana.

Khususnya pelanggan yang berada di Jalan Cendana, Slamet Riady, RE Martadinata, Cermai, Pasundan, KS Tubun, Wolter Monginsidi, Pahlawan, Dr Sutomo, Perniagaan, Perum Prevab, AM Sangaji, Hasan Basri, Gatot Subroto, Elang, A Yani, Pemuda, Nusantara, Remaja, Kemakmuran, Sentosa, Gerilya, Perjuangan dan sekitarnya.

Kejadian ini tak pelak menyulut komentar pedas dari warganet yang merana lantaran kekurangan air bersih.

Ada yang minta pertanggungjawaban pihak kontraktor drainase hingga mendesak permohonan maaf, dan bahkan menuntut ganti rugi materi.

Harusnya yang garuk minta maaf juga sama warga,” ujar akun Andika yang langsung didukung admin Perumdam.

Tak sedikit pula yang mengungkit bahwa kejadian seperti ini bukanlah yang pertama.

Dan memang berdasarkan catatan media, setidaknya sejak dua tahun terakhir ada tiga peristiwa serupa sebelumnya.

Meski, lokasi dan pihak yang melakukan dipastikan tak sama.

Pada September 2019 lalu, pipa di Jalan A Wahab Syahranie diwartakan kena garuk, selanjutnya Desember 2020 tadi giliran pipa di Jalan DI Panjaitan yang bahkan digaruk alat berat hingga terjadi dua kali.

MINUS KOORDINASI

Kegaduhan inipun mendapat perhatian dari Forum Komunikasi Pelanggan (FKP) PDAM Kota Samarinda.

LSM yang menjembatani kepentingan pelanggan ini angkat suara menyayangkan kejadian tersebut.

Kami berharap peristiwa ini yang terakhir dan tidak terjadi lagi nantinya,” ungkap Ketua FKP, Rasyid, dan Pembina FKP, H Jurianto.

Sebab banyak pihak yang dirugikan, baik Perumdam maupun pelanggan,” timpal Jurianto yang juga Bendahara Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) 45 Kota Samarinda.

Dari sisi perbaikan pipa saja, Perumdam harus mengeluarkan biaya yang tak sedikit.

Belum lagi kehilangan pendapatan akibat air tak terjual ke pelanggan.

Biaya untuk memperbaiki pipa induk itu puluhan juta rupiah,” ujar Jurianto yang merupakan mantan Kepala Bagian Distribusi PDAM Samarinda.

Begitu pula, lanjut dia, kerugian yang dialami warga selaku pelanggan lantaran untuk sementara waktu tak bisa lagi menerima air bersih dari PDAM.

Kemungkinan besar memang sekitar seminggu perbaikannya rampung, termasuk waktu yang diperlukan untuk membeli alat penyambung pipa di pabriknya di Jawa, tapi tetap saja para pelanggan pasti merasa dirugikan,” tegasnya.

Makanya, ia menekankan agar ke depan instansi yang melaksanakan kegiatan pembangunan drainase selalu berkoordinasi dengan Perumdam.

Setahu saya sejak dulu memang tak pernah koordinasi. Padahal pihak PDAM bisa diajak mendampingi saat kegiatan pengerukan di lapangan. Mudah- mudahan lah segera ada koordinasi yang baik,” harapnya.

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com