Dinas Koperasi: Pembinaan Ekspor Sasar Selera Konsumen Global

Dinas Koperasi: Pembinaan Ekspor Sasar Selera Konsumen Global

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

HARIANKALTIM.COM, SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai merumuskan arah baru dalam penguatan UMKM berorientasi ekspor. Dalam pembinaan terbaru yang disiapkan Dinas Koperasi, penekanan diberikan pada cara memahami selera pasar global, yang selama ini kurang mendapat perhatian pelaku usaha kecil.

Kepala Dinas Koperasi Kutim, Teguh Budi Santoso, menerangkan bahwa untuk memasuki pasar internasional, pelaku usaha harus lebih fleksibel dalam menyesuaikan nilai jual produknya. Ia mengatakan bahwa pembinaan ekspor yang digagas tahun ini akan banyak bertumpu pada pendampingan langsung oleh calon pembeli luar negeri.

“Pembeli yang datang dari luar bukan hanya menilai produk, tetapi juga memberi masukan rinci tentang rasa, bentuk, hingga model kemasan. Itu penting agar produk UMKM kita tidak hanya enak menurut kita, tetapi relevan dengan preferensi mereka,” ucapnya.

Teguh menuturkan, sebagian UMKM kerap terjebak pada asumsi bahwa produk lokal harus dipertahankan sepenuhnya apa adanya. Padahal, pasar global bergerak mengikuti tren dan standar tertentu, termasuk regulasi keamanan pangan yang berbeda-beda tiap negara.

“Kita tidak bisa hanya menjadi produsen yang puas pada diri sendiri. Produk bagus belum tentu diterima kalau tidak memenuhi ekspektasi pembeli. Ekspor selalu dimulai dari kebutuhan pasar,” katanya.

Ia kemudian menambahkan sebuah ilustrasi ringan, bahwa “Kalau pembeli mencari pecel, kita tidak bisa menawarkan menu lain lalu berharap mereka tertarik.”

Dalam skema pembinaan yang baru, UMKM akan melalui tahap analisis pasar, membaca profil konsumen, hingga penyelarasan konten pemasaran. Pendekatan ini digabungkan dengan pelatihan literasi ekspor seperti manajemen risiko, logistik, dan negosiasi transaksi internasional.

Menurut Teguh, langkah-langkah tersebut diarahkan untuk membentuk pola usaha yang lebih adaptif dan kompetitif.

Ia mengingatkan bahwa pasar global tidak memberi ruang bagi pelaku usaha yang enggan beradaptasi. “Kalau pelaku tetap menutup diri, ekspor sulit dicapai. Tapi kalau mereka mau berubah mengikuti arah pembeli, peluangnya besar,” tutup Teguh. (ADV/Diskominfo Kutim/—).

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com