Dispar Kutim Gandeng ISI Yogyakarta Susun Roadmap Ekonomi Kreatif, Tetapkan Arah Pengembangan 17 Subsektor

Dispar Kutim Gandeng ISI Yogyakarta Susun Roadmap Ekonomi Kreatif, Tetapkan Arah Pengembangan 17 Subsektor

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

HARIANKALTIM.COM, SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai memperkuat pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) melalui langkah strategis berupa penyusunan roadmap ekraf daerah. Dokumen perencanaan jangka panjang ini disusun melalui kerja sama dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, salah satu perguruan tinggi seni terbesar di Indonesia yang memiliki pengalaman riset dan pendampingan ekraf di berbagai daerah.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kutim, Ahmad Rifanie, mengatakan bahwa kerja sama dengan ISI Yogyakarta penting dilakukan karena Kutim baru membentuk bidang ekraf pada tahun 2023 sehingga membutuhkan fondasi perencanaan yang kuat dan terarah.

“Bidang ini baru berdiri. Kami perlu memahami potensi daerah secara komprehensif. Karena itu kami menggandeng ISI Jogja untuk menyusun peta jalan ekonomi kreatif Kutim,” ujarnya.

Menurut Rifanie, penyusunan roadmap mencakup pemetaan mendalam terhadap 17 subsektor ekonomi kreatif berdasarkan karakter budaya, potensi pelaku, keberadaan komunitas, hingga peluang pasar. Hasil pemetaan ini akan menjadi dasar penentuan subsektor prioritas yang akan dikembangkan lebih intensif.

“Tidak mungkin semua subsektor dikerjakan bersamaan. Perlu fokus. Roadmap ini yang menentukan subsektor unggulan kita,” jelasnya.

Riset yang dilakukan ISI Jogja melibatkan observasi lapangan, wawancara pelaku ekraf, analisis rantai nilai, dan kajian potensi unggulan. Hasil sementara menunjukkan bahwa Kutim memiliki kekuatan di subsektor kuliner, fesyen, kriya, seni pertunjukan, dan film/fotografi. “Kelima subsektor ini dinilai paling siap dan punya karakter lokal yang kuat,” kata Rifanie.

Ia menekankan bahwa keberadaan roadmap akan memudahkan pemerintah merancang program dan kegiatan yang lebih terarah, termasuk pelatihan, festival, bantuan sarana, hingga penguatan komunitas. Selain itu, roadmap juga akan memudahkan Dispar menjalin kerja sama dengan kementerian dan lembaga eksternal.

“Roadmap menjadi kompas pengembangan ekonomi kreatif Kutai Timur. Dengan adanya dokumen ini, pengembangan ekraf tidak lagi sporadis, tetapi berbasis data, riset, dan strategi jangka panjang,” tutupnya. (ADV/Diskominfo Kutim/Jen).

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com