SOROTAN
FAM Resmi Laporkan Kasus Miliaran Baznas Kaltim ke Kejaksaan        Salah Satu SPBU Baru di Samarinda Diduga Langgar Aturan      Kontraktor Curhat Setoran Naik Jadi 15 Persen      Warga Tetangga PDAM Ngaku Tak Pernah Dapat Bantuan CSR      Ada Tulisan Parkir Gratis, Tapi Jukir di Minimarket Masih Dibiarkan

Hari Bakti PU, Mengenang Peristiwa Bersejarah 3 Desember

Hari Bakti PU, Mengenang Peristiwa Bersejarah 3 Desember

3 Desember hari ini mempunyai makna yang sangat mendalam bagi setiap insan Pekerjaan Umum.

Karena pada tanggal tersebut, 76 tahun yang lalu terjadi peristiwa bersejarah.

Tujuh pemuda yang merupakan pegawai Departemen Pekerjaan Umum, gugur dalam usahanya mempertahankan Gedung Sate di Kota Bandung, dan saat itu menjadi pusat pemerintahan Republik Indonesia.

Walaupun Negara Republik Indonesia telah memproklamirkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, tapi para penjajah belum mau meninggalkan negara kita.

Oleh karena itu, segenap rakyat Indonesia masih melakukan perlawanan.

Demikian pula dengan para pegawai Departemen Pekerjaan Umum pada masa itu.

Hari Bakti PU, Mengenang Peristiwa Bersejarah 3 Desember

Pada 20 Oktober 1945, di bawah pimpinan Menteri Muda Perhubungan dan Pekerjaan Umum Ir. Pangeran Noor, para pegawai pada kantor pusat Departemen Pekerjaan Umum telah mengangkat sumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada 3 Desember 1945, Gedung Sate diserang tentara sekutu dengan persenjataan lengkap.

Saat itu, ada 21 orang pegawai Departemen Pekerjaan Umum yang bertempur mempertahankan gedung tersebut.

Dalam pertempuran yang tidak seimbang , akhirnya diketahui bahwa dari 21 orang tersebut, terdapat 7 orang yang hilang.

Barulah beberapa waktu kemudian diketahui bahwa ketujuh orang tersebut gugur dalam pertempuran.

Mereka adalah Didi Harianto Kamarga, Mochtarudin, Soehodo, Rio Soesilo, Soebengat, Ranu, dan Soerjono.

Untuk menghargai jasa-jasa mereka, pada 3 Desember 1951, oleh Menteri Pekerjaan pada saat itu, Ir. Ukar Bratakusumah, ketujuh orang pemuda tersebut dinyatakan dan dihormati sebagai “PEMUDA YANG BERJASA”.

Dan tanda penghargaan itu telah disampaikan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Selain itu, telah dibangun dua buah monumen dari batu alam yang besar bertuliskan nama ketujuh orang tersebut dan ditempatkan di Gedung Sate.

Pada 3 Desember 1961, Perdana Menteri Ir. Djuanda juga memberikan pernyataan penghargaan secara tertulis kepada tujuh orang pemuda yang gugur tersebut.

Demikianlah catatan peristiwa 3 Desember.

Hari Bakti PU, Mengenang Peristiwa Bersejarah 3 Desember

Gugurnya tujuh pemuda tersebut telah melahirkan semangat “SAPTA TARUNA” yang mempunyai jiwa kesatuan, rasa kesetia kawanan, solidaritas serta kebanggaan akan tugasnya sebagai abdi masyarakat, khususnya dalam bidang Pekerjaan Umum.

Peristiwa 3 Desember tersebut inilah yang selanjutnya selalu diperingati sebagai HARI BAKTI PEKERJAAN UMUM.