HARIANKALTIM.COM – Beberapa hari lalu, kebakaran melanda Big Mal Samarinda, pusat perbelanjaan yang menjadi kebanggaan kota ini.
Sebuah peristiwa yang menghebohkan, apalagi dengan kabar bahwa sistem sprinkler yang diharapkan dapat membantu memadamkan api, ternyata tidak berfungsi optimal.
Di balik Big Mal Samarinda, terdapat sosok Dicky Gunawan, pemilik dan CEO Govindo Group.
Dicky memulai karier di dunia properti pada 1991 dengan membeli lahan-lahan kosong di Banjarmasin, yang sebagian dikembangkan menjadi ruko dan sisanya dijadikan investasi pribadi.
Pada 2007, ia meresmikan Duta Mal Banjarmasin, yang menjadi pusat perbelanjaan terbesar di kota tersebut. Kemudian, pada 2014, ia meluncurkan Big Mal Samarinda, yang diklaim sebagai mal terbesar di Kalimantan dan kawasan Indonesia Timur.
Dicky, yang dikenal sebagai pengusaha sukses, ternyata memiliki hubungan yang sangat erat dengan Samarinda, kota tempat ia menghabiskan masa kecilnya.
Dalam sebuah artikel pada 2014 silam, Dicky mengungkapkan bahwa Big Mal berawal dari sebuah impian. “Kami memang tidak mau tanggung-tanggung dalam pengerjaan Big Mal,” ujarnya saat berbincang dengan media.
Keinginan Dicky adalah untuk menghadirkan mal terbesar dan terbaik di kawasan Indonesia bagian timur, yang dapat memberikan dampak positif bagi Samarinda dan sekitarnya.
Ia bercerita bahwa salah satu momen penting dalam perjalanan pembangunan Big Mal adalah saat menghadap Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang.
Jaang menyambut baik rencananya dan memberikan dukungan penuh. Namun, dalam percakapan tersebut, Wali Kota juga memberikan tantangan kepada Dicky. “Jangan pandir aja (jangan bicara saja, Red.),” kata Syaharie Jaang, yang direspons Dicky dengan tekad untuk segera merealisasikan proyek tersebut.
“Karena itu saya merasa tertantang untuk segera memulai proyek,” ujarnya.
Dengan filosofi bisnis yang mengutamakan kualitas, ia berkomitmen untuk membangun proyek-proyek yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat.
Big Mal Samarinda, misalnya, dibangun dengan desain modern yang tetap mengedepankan elemen lokal dan berfokus pada kenyamanan pengunjung. (RED)







