Jelang Nataru Stok Pangan Kutim Aman, Disperindag Minta Distributor Wajib Lapor Harian

Jelang Nataru Stok Pangan Kutim Aman, Disperindag Minta Distributor Wajib Lapor Harian

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

HARIANKALTIM.COM, SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menata ulang pola pengawasan stok pangan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan pendekatan yang lebih terstruktur. Setiap distributor kini wajib mengirimkan laporan ketersediaan barang secara berkala untuk memudahkan pemerintah membaca dinamika permintaan masyarakat yang biasanya meningkat cukup tajam pada penghujung tahun.

Pejabat Fungsional Pengawas Perdagangan Disperindag Kutim, Achmad Dony Erviady, mengatakan bahwa koordinasi lintas pelaku usaha sudah dilakukan sejak triwulan terakhir 2024. Pendekatan itu mencakup verifikasi kebutuhan masyarakat, kalkulasi pasokan dari luar daerah, serta penjadwalan ulang distribusi agar tidak terjadi tumpang tindih.

“Kami tidak bisa mengandalkan perkiraan biasa. Di periode Nataru, semuanya harus dihitung dengan lebih presisi,” ujarnya.

Dony menyebut bahwa cuaca tahun ini relatif stabil sehingga jalur distribusi laut tidak mengalami gangguan signifikan. Namun demikian, Disperindag tetap memilih pendekatan konservatif dengan melipatgandakan buffer stok untuk komoditas tertentu.

“Beras SPHP kami tempatkan sebagai komoditas kunci. Bukan hanya karena harganya yang terjangkau, tetapi karena efeknya sangat besar pada kestabilan pasar,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa stok SPHP di Kutim telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan hingga awal Januari.

Untuk memastikan distribusi berjalan baik, Disperindag melakukan inspeksi lapangan tanpa pemberitahuan. Langkah itu menjadi bentuk pengawasan terhadap potensi penahanan stok atau permainan pasokan.

“Kami ingin melihat fakta sesungguhnya. Jadi kami tidak memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk mempersiapkan skenario tertentu sebelum kami datang,” ucapnya.

Meski harga beberapa komoditas diperkirakan mengalami penyesuaian kecil, Dony menilai pergerakannya masih dalam batas wajar. Ia menekankan bahwa tugas pemerintah bukan hanya menjaga harga, tetapi memastikan masyarakat tidak panik membeli.

“Selama stok aman, pasar tetap stabil. Perubahan harga kecil tidak akan memberi dampak besar,” ujarnya.

Pemerintah berharap pola pengawasan terstruktur ini dapat menjaga ritme pasokan hingga puncak perayaan Nataru. (ADV/Diskominfo Kutim/Jen).

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com