SOROTAN
FAM Resmi Laporkan Kasus Miliaran Baznas Kaltim ke Kejaksaan        Salah Satu SPBU Baru di Samarinda Diduga Langgar Aturan      Kontraktor Curhat Setoran Naik Jadi 15 Persen      Warga Tetangga PDAM Ngaku Tak Pernah Dapat Bantuan CSR      Ada Tulisan Parkir Gratis, Tapi Jukir di Minimarket Masih Dibiarkan
Event  

Jokowi Minta PBNU ‘Bajak’ Pemuda Ini dari Perusahaan Singapura

Jokowi Minta PBNU 'Bajak' Pemuda Ini dari Perusahaan Singapura

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong PBNU mau ‘membajak’ seorang praktisi teknologi di bidang data sains, Ainun Najib, dari perusahaan Singapura. 

Jokowi mengatakan bahwa Ainun Nadjib bisa diajak membangun NU jika yang berbicara kiai NU.

Awalnya, Jokowi membayangkan bahwa NU nantinya bisa memiliki platform teknologi. 

Misalnya platform edutech yang bisa memfasilitasi jutaan santri untuk mengaji.

“Saya membayangkan ini segera, NU memiliki platform edutech yang juga mempunyai platform learning management system yang andal. Yang memfasilitasi jutaan santri untuk mengaji dari semua kiai-kiai besar, ilmuwan, teknologi, dan entrepreneur,” kata Jokowi dalam sambutannya di Pengukuhan Pengurus Besar dan Harlah ke-95 NU di Balikpapan, Senin (31/01/2022).

Jokowi lantas bercerita tentang salah satu anak muda NU yang berkarier di perusahaan Singapura.

Anak muda itu adalah Ainun Najib, yang dikenal sebagai praktisi teknologi di bidang data sains.

“Saya kenal satu orang, yang lain masih banyak. Beliau ini kerja di Singapura. Sudah lama, 7 tahun yang lalu. Ngerjain ini semuanya apa pun bisa. Namanya Mas Ainun Najib. Masih muda sekali. NU,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Ainun Najib saat ini bekerja di sebuah perusahaan teknologi di Singapura. 

Ainun Najib dikenal sebagai inisiator beberapa gerakan pengawasan data, dari Kawal Pemilu hingga Kawal COVID.

Kembali ke penjelasan Jokowi. Jokowi mengatakan Ainun Najib digaji sangat tinggi di perusahaan Singapura. 

Tapi, menurutnya, Ainun Najib bisa dibawa jika kiai NU yang berbicara kepadanya.

“Tapi di sana gajinya sangat tinggi sekali. Jadi kalau di sini harus bisa menggaji yang lebih gede daripada yang di Singapura. Ini tugasnya nanti Pak Kiai. Kalau beliau yang ngendiko (berbicara), digaji berapa pun, bismillah pasti mau,” ungkapnya.