HARIANKALTIM.COM, SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperlihatkan langkah signifikan dalam pembangunan kesehatan lingkungan. Pada peringatan Hari Kesehatan Nasional 2025, Kecamatan Kaliorang resmi menyandang status Open Defecation Free (ODF). Penetapan ini menempatkan Kutim semakin dekat menuju target 100 persen ODF pada 2026, sebuah target yang selama ini menjadi indikator penting dalam program sanitasi daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, mengatakan keberhasilan Kaliorang merupakan hasil strategi yang menekankan perubahan perilaku masyarakat, bukan hanya pembangunan fasilitas sanitasi. Menurutnya, pendekatan penyediaan jamban tanpa edukasi terbukti tidak berkelanjutan.
“Kami memperkuat pendekatan perilaku, karena kunci keberhasilan sanitasi ada pada kesadaran kolektif, bukan hanya infrastruktur,” ujarnya.
Kutim mengadopsi pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) untuk mendorong masyarakat membangun jamban sehat secara mandiri. Pendampingan dilakukan oleh kader kesehatan, kepala desa, dan tenaga puskesmas yang memetakan rumah tangga tanpa akses sanitasi layak dan memastikan ada pendampingan intensif hingga fasilitas dibangun.
Dinas Kesehatan juga memperkuat mekanisme pemantauan melalui puskesmas. Petugas kesehatan lingkungan menyerahkan laporan rutin mengenai penggunaan jamban, risiko pencemaran, serta kebiasaan masyarakat. Data tersebut digunakan sebagai dasar alokasi program sanitasi berikutnya, termasuk intervensi di wilayah yang progresnya rendah.
Langkah Kaliorang dipandang sebagai bukti bahwa perubahan sosial dapat terjadi ketika pemerintah daerah mengintegrasikan edukasi, pengawasan, dan partisipasi warga. Program ODF di Kutim juga diarahkan untuk menekan angka penyakit berbasis lingkungan, termasuk diare dan stunting.
“Sanitasi ini bukan proyek jangka pendek. Ini fondasi kesehatan masyarakat,” kata Sumarno.
Menurutnya, keberhasilan Kaliorang memberi sinyal positif bagi kecamatan lain yang tengah berproses menuju deklarasi ODF.
“Kami ingin seluruh wilayah bergerak serentak. Target 2026 realistis jika dukungan masyarakat terus menguat,” tuturnya. (ADV/Diskominfo Kutim/Jen)








