HARIANKALTIM.COM – Dugaan pencemaran Sungai Daluman di RT 01 dan 02 Pegat Bukur, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kembali memicu amarah warga, khususnya masyarakat yang terdampak di sekitar sungai.
Air yang dulunya jernih kini berubah menjadi keruh pekat berwarna cokelat tua, diduga akibat pembuangan limbah tambang batu bara milik PT Supra Bara Energi (SBE).
Ketua PM TBBR DPD Kabupaten Berau, Alprionjis, S.Pd., menegaskan pihaknya mendesak Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Berau untuk segera menghentikan sementara aktivitas PT SBE.
“Jika tidak ada tindak lanjut dari DLHK Berau terkait permasalahan ini, saya akan mengambil langkah untuk turun ke lokasi dan menutup perusahaan,” tegas Alprionjis.
Desakan ini disampaikan menyusul temuan warga. Beberapa hari lalu, pihak DLHK Berau juga sempat melakukan sidak ke lokasi yang diduga terdampak limbah dan melihat langsung kondisi air sungai yang keruh pekat.
“Pengawasan seharusnya ketat, bukan longgar seperti sekarang. Kalau terbukti mencemari sungai, kami minta DLHK merekomendasikan ke Kementerian Lingkungan Hidup agar menghentikan kegiatan PT SBE demi menyelamatkan nyawa masyarakat dan habitat makhluk hidup lainnya,” ungkap Alprionjis. (SURYA)

