Dekat Sungai tapi Kekurangan Air, Kebakaran Berulang Pasar Segiri dan Misteri 61 Hidran Samarinda

Dekat Sungai tapi Kekurangan Air, Kebakaran Berulang Pasar Segiri dan Misteri 61 Hidran Samarinda

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

HARIANKALTIM.COM – Kebakaran kembali melanda kawasan Pasar Segiri, Samarinda, Kamis dini hari (26/03/2026), sekira pukul 04.20 Wita. Api menghanguskan puluhan kios dan ruko di pusat perdagangan tersebut.

Proses pemadaman berlangsung lebih dari dua jam, dengan kendala utama yang dihadapi petugas berupa keterbatasan suplai air di lokasi kejadian.

Peristiwa ini bukan yang pertama terjadi di pasar tradisional terbesar di Kota Tepian. Arsip pemberitaan mencatat kebakaran pada 10 Agustus 2024 yang menghanguskan belasan kios, kemudian kembali terjadi pada 10 Agustus 2025 dengan dampak serupa.

Dalam rentang tiga tahun, kawasan pasar ini mengalami kebakaran berulang, dengan pola kejadian yang tidak jauh berbeda, yakni terjadi pada malam hingga dini hari dan diduga dipicu korsleting listrik.

Dalam kebakaran dinihari tadi, petugas pemadam kebakaran menghadapi kesulitan dalam distribusi air. Di samping akses menuju titik api yang menyempit akibat jalan dipenuhi warga dan pedagang sehingga memperlambat penanganan.

Pada kejadian-kejadian sebelumnya, keterbatasan air tidak selalu disebut secara eksplisit, namun pola pengerahan banyak unit mobil pemadam dan penggunaan suplai air tangki menunjukkan ketergantungan pada sumber air bergerak.

HIDRAN AKTIF

Berdasarkan data Pemerintah Kota Samarinda, hingga tahun 2025 tercatat terdapat 61 hidran aktif yang tersebar di seluruh kota. Di wilayah Samarinda Ulu, lokasi Pasar Segiri berada, terdapat 11 hidran.

Namun, data di samarindakota.go.id tersebut tidak disertai informasi mengenai titik lokasi, jangkauan, maupun kondisi operasional hidran di lapangan.

Tidak ada keterangan terbuka apakah fasilitas tersebut berada di sekitar area pasar atau dapat dimanfaatkan saat kebakaran terjadi.

DEKAT SUNGAI

Pasar Segiri juga berada tidak jauh dari Sungai Karang Mumus. Secara geografis, sungai tersebut merupakan sumber air yang dekat dengan lokasi kebakaran.

Namun dalam praktik penanganan, tidak terdapat sistem pengambilan air langsung dari sungai seperti pompa tetap atau titik hisap yang dapat digunakan secara cepat.

Akses menuju sungai dari area pasar juga terbatas, sehingga pemanfaatannya dalam kondisi darurat tidak terlihat dalam proses pemadaman.

Rangkaian kejadian kebakaran dalam tiga tahun terakhir menunjukkan pola yang berulang, baik dari sisi waktu kejadian, dugaan penyebab, maupun kendala di lapangan.

Data jumlah hidran yang tersedia tidak diikuti dengan informasi rinci mengenai distribusi dan pemanfaatannya.

Sementara itu, kedekatan lokasi pasar dengan sumber air alami belum didukung oleh sistem yang memungkinkan penggunaan secara cepat saat kebakaran.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai keberadaan hidran di sekitar Pasar Segiri maupun pemanfaatan sumber air terdekat saat peristiwa kebakaran terjadi. (RED)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com