Kutim  

KNPI Kutim Ingatkan Jangan Jadikan Aksi Protes Sebagai Bisnis Tekanan Politik

KNPI Kutim Ingatkan Jangan Jadikan Aksi Protes Sebagai Bisnis Tekanan Politik

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

HARIANKALTIM.COM – KNPI Kutai Timur menegaskan sikap tegasnya terhadap oknum yang menjadikan aksi protes sebagai alat tawar politik.

Organisasi pemuda ini mengingatkan, ruang demokrasi bukan tempat berdagang kepentingan, apalagi menjual tekanan demi keuntungan pribadi.

Sekretaris Umum KNPI Kutim, Zulkifli, menilai maraknya aksi bermotif tekanan pribadi telah mencederai makna perjuangan rakyat.

Ia menegaskan, aktivisme sejati lahir dari niat moral dan keberanian menyuarakan kebenaran, bukan dari kalkulasi untung-rugi atau ancaman terselubung terhadap pejabat publik.

Zul mengungkap adanya pola gerakan yang disusupi kepentingan sempit, di mana sebagian pihak menjadikan unjuk rasa sebagai alat pemerasan terselubung.

Modusnya, menciptakan isu untuk menekan pejabat atau instansi dengan ancaman laporan hukum, lalu menawarkannya “diselesaikan” lewat imbalan tertentu.
“Kalau itu terjadi, sudah bukan aktivisme, tapi premanisme yang merusak wajah demokrasi,” tegasnya.

Ia meminta aparat hukum untuk bertindak tegas terhadap setiap bentuk tekanan bermotif keuntungan pribadi yang mencoreng semangat demokrasi di Kutai Timur.

Menurutnya, praktik semacam ini bukan hanya merusak kepercayaan publik, tetapi juga menciptakan citra buruk bagi gerakan masyarakat sipil yang sejatinya berjuang untuk kepentingan umum.

Meski begitu, Zul menegaskan agar sikap tegas terhadap gerakan negatif tidak lantas mematikan aspirasi rakyat yang benar-benar berbasis data dan fakta.

Ia menyebut, gerakan sipil yang terarah, terukur, dan berlandaskan bukti harus didukung penuh sebagai bagian dari kontrol sosial yang sehat.

“Kalau tuntutannya jelas, berdata, dan disampaikan dengan cara yang benar, semua pihak harus mendukung. Itu bentuk partisipasi cerdas dalam demokrasi,” ujarnya.

KNPI Kutai Timur, lanjutnya, berkomitmen menjadi penjembatan dua sisi: menolak praktik kotor yang mencemari ruang demokrasi, sekaligus membuka ruang luas bagi aspirasi pemuda dan masyarakat yang disampaikan secara elegan dan bertanggung jawab.

“Gerakan pemuda itu seharusnya membangun, bukan mencemari ekosistem demokrasi,” pungkasnya. (ZAYN)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com