HARIANKALTIM.COM – Kuota penerimaan murid baru di SMPN 10 Samarinda tahun ajaran 2026/2027 dipastikan mengalami perubahan setelah hasil pleno kenaikan kelas menetapkan adanya empat siswa yang tidak naik kelas.
Sebelumnya, Kepala SMPN 10 Samarinda, Tuti Susandra Dewi, menyebut daya tampung sekolah untuk Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 sebanyak 340 siswa.
Namun jumlah tersebut masih bersifat sementara karena menunggu hasil pleno kenaikan kelas siswa tahun berjalan pada tanggal 19 Juni 2026.
Hariankaltim.com kemudian kembali menghubungi Tuti, Sabtu (20/06/2026), untuk menanyakan hasil pleno, khususnya terkait jumlah siswa yang tidak naik kelas maupun yang tidak lulus.
Dalam percakapan melalui WhatsApp, Tuti mengungkapkan terdapat empat siswa yang tidak naik kelas. “4 orang aja,” tulisnya.
Informasi tersebut menjawab alasan mengapa pihak sekolah sebelumnya belum dapat memastikan kuota final penerimaan siswa baru.
Empat siswa yang tidak naik kelas tersebut tetap tercatat sebagai peserta didik aktif pada tahun ajaran berikutnya sehingga berpengaruh terhadap komposisi rombongan belajar (rombel) di SMPN 10 Samarinda.
Meski demikian, pihak sekolah belum merinci dari tingkat kelas mana keempat siswa tersebut berasal.
Sebelumnya, Tuti menjelaskan bahwa jumlah siswa baru yang diterima bergantung pada hasil pleno kenaikan kelas yang dilaksanakan sekolah.
Karena itu, angka daya tampung yang semula diproyeksikan sebanyak 340 siswa berpotensi mengalami penyesuaian setelah hasil pleno ditetapkan.
Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih belum memperoleh konfirmasi lanjutan terkait kuota final SPMB SMPN 10 Samarinda setelah adanya empat siswa yang tidak naik kelas.
Data tersebut penting untuk memastikan jumlah kursi yang tersedia bagi calon murid baru pada tahun ajaran 2026/2027 serta memberikan kepastian bagi peserta SPMB yang tengah menunggu hasil seleksi. (RED)






