HARIANKALTIM.COM – Di tengah molornya distribusi seragam sekolah Program Gratispol di Kalimantan Timur, penelusuran Hariankaltim.com menemukan sejumlah unggahan lowongan kerja yang mengarah pada dugaan salah satu vendor tengah merekrut operator jahit dalam jumlah besar.
Penelusuran berawal dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mencatat salah satu perusahaan menjadi penyedia pengadaan perlengkapan peserta didik jenjang SMA dengan nilai kontrak sekitar Rp32,12 miliar.
Dari penelusuran terhadap berbagai sumber terbuka, Hariankaltim.com kemudian menemukan sejumlah unggahan lowongan operator jahit yang diduga berkaitan dengan perusahaan tersebut.
Unggahan serupa muncul berulang kali di sejumlah platform media sosial. Demi menjaga akurasi, Hariankaltim.com belum mengungkap identitas maupun lokasi perusahaan karena identitas badan hukumnya masih dalam proses verifikasi.
Sejauh penelusuran dilakukan, perusahaan tersebut menjadi satu-satunya yang ditemukan memiliki jejak digital sebagai pabrik garmen dengan aktivitas rekrutmen operator jahit.
Meski demikian, belum ada bukti yang memastikan perusahaan itu merupakan penyedia yang dimaksud dalam LHP BPK.
Hanya saja, LHP BPK juga mengungkap sejumlah persoalan dalam pelaksanaan Program Gratis Perlengkapan Sekolah Tahun Anggaran 2025.
Auditor mencatat pembayaran kepada penyedia telah direalisasikan 100 persen.
Namun, ditemukan keterlambatan penerimaan hasil pekerjaan, potensi ratusan peserta didik tidak menerima perlengkapan sekolah, ratusan paket belum termanfaatkan, serta penyedia tidak dikenai denda keterlambatan karena dokumentasi penerimaan barang dinilai belum memadai.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur, Armin, mengatakan pengadaan seragam Gratispol tidak hanya melibatkan satu vendor. “Ya memang vendornya kan tidak hanya satu. Ada tiga,” ujarnya kepada wartawan.
Keterangan tersebut berbeda dengan LHP BPK Tahun Anggaran 2025 yang hanya mencatat dua penyedia. Perbedaan ini memunculkan pertanyaan apakah jumlah vendor bertambah pada pelaksanaan program berikutnya atau terdapat penjelasan lain yang belum disampaikan kepada publik.
Hariankaltim.com telah meminta konfirmasi kepada Armin melalui pesan WhatsApp pada Minggu (02/08/2026). Namun, hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. (RED)






