Pemkab Kutim Percepat Distribusi SPHP Lewat Pedagang Pasar untuk Stabilkan Harga Beras

Pemkab Kutim Percepat Distribusi SPHP Lewat Pedagang Pasar untuk Stabilkan Harga Beras

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

HARIANKALTIM.COM, SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mempercepat pergerakan beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan menggandeng pedagang pasar sebagai distributor resmi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pergerakan barang berlangsung cepat serta tercatat dalam sistem pelaporan nasional.

Pejabat Fungsional Pengawas Perdagangan Ahli Muda Disperindag Kutim, Achmad Dony Erviady, mengatakan bahwa skema distribusi berbasis pedagang menjadi prosedur wajib agar data penyerapan SPHP terverifikasi.

“Kalau SPHP didistribusikan tanpa pedagang, data tidak tercatat. Sistem mengharuskan penyaluran melalui pedagang,” ujarnya.

Dony menegaskan bahwa penyerapan SPHP berjalan tinggi sejak pola baru diterapkan. Ia menyebut pelaku UMKM kuliner sebagai kelompok yang paling banyak membeli beras tersebut.

“Beras SPHP dipakai penjual nasi goreng, warung, sampai usaha katering. Harganya terjangkau dan kualitasnya stabil,” katanya.

Disperindag melakukan pemantauan harian untuk memastikan tidak ada penyelewengan, termasuk penjualan ulang sebagai beras premium. Pemerintah mengecek stok, nota transaksi, dan harga yang dipasang pedagang. “Setiap pedagang yang terlibat harus menunjukkan bukti transaksi,” jelasnya.

Menjelang periode akhir tahun, pemerintah mengantisipasi potensi peningkatan permintaan. Disperindag memastikan SPHP tetap masuk ke pasar agar tidak terjadi kekosongan seperti Ramadan sebelumnya. “Kami jaga ritme pengiriman supaya pasokan tetap aman,” tegas Dony.

Ia menilai SPHP berperan menjaga stabilitas pasar karena keberadaannya mengurangi kepanikan pembeli. Menurutnya, harga akan tetap terkendali selama distribusi tidak terputus. “Selama barang ada di pasar, potensi lonjakan harga bisa ditekan,” ujarnya.

Dony memastikan koordinasi dengan pedagang dan Bulog akan diperkuat hingga akhir tahun untuk menjaga ketersediaan. “Kami pastikan SPHP tetap bergerak sesuai kebutuhan,” tutupnya. (ADV/Diskominfo Kutim/Jen).

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com