HARIANKALTIM.COM, SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmen pembinaan olahraga melalui lahirnya Peraturan Daerah (Perda) Keolahragaan yang kini sedang difinalkan oleh Panitia Khusus (Pansus) DPRD. Kadispora Kutim, Basuki Isnawan, menyebut regulasi tersebut akan menjadi pijakan penting agar pengembangan olahraga tidak lagi berjalan sporadis seperti sebelumnya.
Menurut Basuki, Perda ini akan mengatur alur pembinaan secara lebih jelas, mulai dari penelusuran bakat usia dini, peningkatan kualitas pelatih, hingga mekanisme pembinaan berjenjang.
“Saya melihat Pansus bekerja sangat serius. Mereka memberikan ruang cukup besar bagi para pelaku olahraga. Ini bentuk keberpihakan yang nyata, karena atlet dan mantan atlet akhirnya mendapatkan payung hukum yang selama ini mereka butuhkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa salah satu poin penting dalam pembahasan adalah rencana pembentukan kelas olahraga di sekolah menengah. Kebijakan ini dinilai strategis karena menjamin proses pencarian bibit atlet berlangsung sistematis.
“Kalau kita ingin punya atlet hebat, pondasinya ada di sekolah. Delapan belas kecamatan kita punya potensi masing-masing. Dengan Perda ini, pembinaan tidak lagi terputus,” kata Basuki.
Kadispora juga menyoroti peran mantan atlet yang selama ini kurang mendapat ruang setelah berhenti bertanding. Dalam draf Perda, mantan atlet akan mendapatkan akses pelatihan kewirausahaan dan jalur kepelatihan.
“Ada banyak mereka yang dulu memberikan prestasi, tetapi setelah pensiun seperti kehilangan arah. Perda ini memberi solusi agar mereka tetap berdaya. Ini penting untuk keberlanjutan,” jelasnya.
Selain pembinaan, Perda juga membuka peluang kemitraan dengan sektor swasta untuk pembangunan fasilitas olahraga. Basuki menyebut pola ini akan mempercepat pemerataan sarana di kecamatan.
“Tidak semuanya bisa mengandalkan APBD. Dunia usaha punya peran besar. Dengan payung hukum ini, mereka punya dasar legal untuk membantu,” tuturnya.
Basuki memastikan Dispora Kutim siap menindaklanjuti Perda jika telah disahkan. Ia menekankan pentingnya regulasi tersebut sebagai langkah awal menuju ekosistem olahraga yang kuat.
“Kita ingin sistem yang berkelanjutan, bukan kegiatan musiman. Perda ini akan menjadi fondasi agar Kutim bergerak konsisten,” tambahnya.
Dengan hadirnya regulasi itu, Basuki optimistis Kutim mampu menjadi salah satu daerah percontohan pembinaan olahraga di Kalimantan Timur. (ADV/Diskominfo Kutim/Jen)








