HARIANKALTIM.COM, SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan 50 program prioritas tetap bergerak meski kondisi anggaran masih terbatas. Bagi pemerintah daerah, konsistensi program dianggap penting bukan hanya untuk pencapaian indikator pembangunan, tetapi juga untuk memastikan kelompok rentan tidak tertinggal dalam proses pemulihan ekonomi.
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menjelaskan bahwa pemerintah tidak boleh menghentikan layanan yang menyentuh kebutuhan dasar warga. Program rumah layak huni, bantuan RT, dan layanan pendidikan menjadi contoh intervensi yang langsung berdampak pada keluarga berpenghasilan rendah.
“Banyak warga menggantungkan harapan pada program ini. Kita harus pastikan mereka tetap menerima dukungan,” ujarnya.
Menurutnya, pembiayaan yang terbatas mendorong pemerintah mencari sumber dukungan baru melalui kementerian, lembaga keuangan, hingga organisasi masyarakat. Dukungan tersebut dianggap penting untuk melindungi wilayah-wilayah pedesaan yang masih menghadapi kesenjangan layanan.
“Beberapa daerah butuh perhatian ekstra. Kalau hanya mengandalkan APBD, tidak semua bisa tersentuh,” kata Mahyunadi.
Bagi sejumlah keluarga, program bantuan RT Rp50 juta menjadi ruang berkumpul, berdiskusi, sekaligus memperbaiki fasilitas sosial. Pemerintah menganggap fasilitas komunal sebagai bagian dari instrumen kesejahteraan.
“Tempat berkegiatan itu penting untuk memperkuat warga, terutama yang tinggal jauh dari pusat kota,” jelasnya.
Program seragam sekolah gratis yang tetap dipertahankan juga dinilai membantu meringankan beban orang tua di tengah harga kebutuhan pokok yang fluktuatif. Mahyunadi menyebut banyak keluarga yang sebelumnya kesulitan memenuhi perlengkapan sekolah anak.
“Seragam yang layak itu berarti anak-anak berangkat ke sekolah dengan percaya diri,” ucapnya.
Ia memastikan seluruh program prioritas akan berjalan penuh pada 2027 dan terus dilanjutkan hingga 2028.
“Kita ingin memastikan masyarakat tetap dilindungi. Meskipun anggaran ketat, mereka tidak boleh ditinggalkan,” tutup Mahyunadi. (ADV/Diskominfo Kutim/Jen)








