Sekolah Lansia Mulai Berjalan di Kutim, Manfaatkan PKBM dan SKB Tanpa Bangun Fasilitas Baru

Sekolah Lansia Mulai Berjalan di Kutim, Manfaatkan PKBM dan SKB Tanpa Bangun Fasilitas Baru

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

HARIANKALTIM.COM, SANGATTA — DPPKB Kutai Timur mulai mengimplementasikan program Sekolah Lansia sebagai langkah nyata meningkatkan aktivitas pembelajaran bagi warga usia lanjut. Program ini langsung dijalankan tanpa pembangunan fasilitas baru dengan cara memanfaatkan PKBM dan SKB sebagai pusat kegiatan belajar.

Keputusan tersebut diambil untuk mempercepat pelaksanaan program sekaligus memaksimalkan sarana yang telah tersedia. SKB Kutim ditetapkan sebagai lokasi utama karena memiliki fasilitas praktik seperti laboratorium musik, membatik, dan bakery yang siap digunakan.

Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi, menjelaskan bahwa lansia harus tetap mendapat ruang untuk beraktivitas secara terarah.

“Tim kami menyiapkan program ini agar lansia tetap aktif, punya kegiatan rutin, dan tidak kehilangan kesempatan mengembangkan diri. Fasilitas yang sudah ada memungkinkan proses belajar berlangsung tanpa menunggu pembangunan baru, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih cepat,” jelasnya dalam pernyataan panjang.

Kurikulum Sekolah Lansia disusun selama satu tahun dan mencakup tiga kategori utama: kebugaran fisik melalui senam dan aktivitas kesehatan, peningkatan keterampilan seperti musik dan kerajinan, serta kegiatan psikologis untuk menjaga fungsi kognitif. Metode belajar dibuat fleksibel agar seluruh peserta dapat mengikuti tanpa tekanan.

Untuk memperluas jangkauan peserta, DPPKB menyiapkan pola jemput bola dengan menurunkan petugas ke kecamatan yang jaraknya jauh dari pusat kota. Upaya ini dilakukan agar lansia di wilayah terpencil tetap memiliki kesempatan mengikuti program.

Junaidi menegaskan bahwa program tersebut dirancang sebagai langkah awal untuk membentuk model pemberdayaan lansia yang lebih terstruktur.

“Kami ingin memastikan manfaat program ini tidak berhenti di satu lokasi saja. Jika berjalan baik, pola pembelajarannya bisa diperluas ke kecamatan lain agar pemerataan layanan benar-benar tercapai,” pungkasnya. (ADV/Diskominfo Kutim/Jen).

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com