Soal Dermaga Wisata, Dishub Kaltim Siap Akomodir Keinginan Wali Kota Samarinda

Soal Dermaga Wisata, Dishub Kaltim Siap Akomodir Keinginan Wali Kota Samarinda

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Perhubungan (Dishub) berencana membangun dermaga wisata di Kota Samarinda dan Tenggarong, Kutai Kartanegara.

Survei Investigasi Desain (SID) dan Detail Engineering Design (DED) Dermaga Wisata itu telah dipresentasikan, Senin (20/12/2021) lalu, di depan Wali Kota Samarinda, Andi Harun.

Sejumlah tanggapan disampaikan Wali Kota dalam pertemuan di Balaikota itu.

Terkait hal ini, pihak Dishub Kaltim siap mengakomodir keinginan orang nomor satu di Kota Tepian tersebut.

Soal Dermaga Wisata, Dishub Kaltim Siap Akomodir Keinginan Wali Kota Samarinda
Analis Pelabuhan, Rudianto, dan Plt Kepala Bidang Pelayaran Dishub Kaltim, Ahmad Maslihuddin ST MSi

Demikian disampaikan Plt Kepala Bidang Pelayaran, Ahmad Maslihuddin ST MSi, dan Analis Pelabuhan, Rudianto saat dikonfirmasi HarianKaltim.com, Jumat (25/12/2021).

Khususnya berkaitan keinginan Wali Kota Andi Harun agar dermaga wisata yang digadang-gadang berlokasi di seberang Masjid Raya itu matching dengan program penataan Tepian Mahakam yang dikemas Pemkot Samarinda.

“Tidak masalah, betul aja apa yang disampaikan Pak Andi Harun itu,” imbuh Rudianto.

Sebelumnya, usai presentasi pihak konsultan, Wali Kota Andi Harun dan Wakilnya Rusmadi mengapresiasi inisiatif tersebut. Tetapi menurutnya berbicara tentang pelabuhan dan dermaga tidak cukup hanya itu saja.

“Kita ambil contoh presentasi tadi, destinasinya Masjid Shirathal Mustaqiem, di sana ada pelabuhan wisatanya tidak, di depan Islamic Center juga begitu apakah ada dermaganya. Lalu wisatawan mau turun lewat mana, di Lampion Garden, Kampung Ketupat juga begitu, artinya dermaga wisata ini tidak cukup hanya dibangun di depan Masjid Raya Darussalam,” ungkap Andi Harun, kala itu, dikutip dari rilis Kominfo.

MENOLAK, JIKA …

Dengan tegas ia mengatakan menolak dan tidak ada negosiasi apabila hanya mendirikan dermaga kecuali dihadirkan juga sebuah konsep penataan tepian Mahakam yang komprehensif.

Soal Dermaga Wisata, Dishub Kaltim Siap Akomodir Keinginan Wali Kota Samarinda

“Kita tidak ingin mengulang kembali ada sebuah konsep yang terputus, kalau konsepnya parsial, kita bangun dermaga hari ini dan berganti lagi Wali Kota selanjutnya maka lain lagi yang dibangun di sampingnya, akhirnya konsepnya tidak utuh, berbeda kalau kita dipandu oleh sebuah desain, konsep yang komprehensif, mau berganti berapa kali Wali Kota nya semua akan terus mengarah ke sana, ” ucapnya.

Andi Harun juga menyarankan pada saat ini untuk menyatukan persepsi dan keiginan antara Pemprov dan Pemkot, jika tak ada aral melintang ia memastikan pada Februari – Maret 2022 dapat berdiskusi kembali membahas dermaga tersebut.

Hal senada juga disampaikan Rusmadi bahwa Pemkot menyambut baik inisiatif tersebut dalam rangka turut menata Tepian Mahakam dan memanfaatkan secara optimal Sungai Mahakam yang memang menurutnya menjadi keunikan tersendiri bagi Kota Samarinda. 

Namun dalam sebuah perencanaan Wawali sependapat dengan Wali Kota bahwa pembangunan tersebut tidak boleh secara parsial.

“Saya melihat 2 hal saja yang mungkin perlu dipertimbangkan dalam perencanaan teknis. Di antaranya lokasi, bagaimanapun juga lokasi ini harus ada ruang yang cukup, tidak bisa seperti dipresentasikan bahwa kendaraan cukup hanya 40 mobil saja, karena kalau sudah bicara wisata artinya parkiran untuk bus adalah sebuah kebutuhan,” ujar Rusmadi.

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com