HARIANKALTIM.COM – Saat portal resmi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Samarinda tahun ajaran 2026 belum dapat diakses publik, Sekolah Terpadu Samarinda justru telah membuka penerimaan peserta didik baru secara mandiri.
Dua sekolah unggulan, yakni SDN 028 Sungai Kunjang dan SMPN 16 Samarinda, diketahui membuka pendaftaran sejak 27 April hingga 9 Mei 2026 melalui jalur seleksi tersendiri.
Informasi tersebut dipublikasikan melalui media sosial resmi sekolah, lengkap dengan tautan pendaftaran online, petunjuk teknis, dan persyaratan administrasi calon peserta didik.
Padahal, berdasarkan jadwal resmi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, tahapan SPMB reguler baru dimulai pada Juni 2026.
Jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi dijadwalkan berlangsung pada 11–17 Juni 2026. Sedangkan jalur domisili dibuka pada 22–26 Juni 2026.
Perbedaan waktu penerimaan itu memunculkan pertanyaan publik terkait asas pemerataan dan keadilan antar sekolah negeri di Samarinda. Sebab, ketika sekolah tertentu lebih dahulu menjaring calon siswa berprestasi, sekolah lain dikhawatirkan kehilangan banyak pilihan peserta didik pada jalur reguler.
Apalagi, SDN 028 Sungai Kunjang dan SMPN 16 Samarinda merupakan sekolah negeri di bawah Pemerintah Kota Samarinda.
Saat dikonfirmasi Hariankaltim.com melalui WhatsApp, Kamis (21/05/2026), terkait alasan pembukaan pendaftaran lebih awal tersebut, Plt Kepala Disdikbud Samarinda Ibnu Araby belum memberikan tanggapan.
Namun, pola penerimaan lebih awal itu sebelumnya pernah dijelaskan Asli Nuryadin saat masih menjabat Kepala Disdikbud Samarinda.
Dalam keterangannya kepada media pada Mei 2025, Asli menyebut proses penerimaan Sekolah Terpadu memang dirancang selesai sebelum jadwal SPMB sekolah umum dimulai. Tujuannya agar peserta yang tidak lolos seleksi masih memiliki kesempatan mendaftar ke sekolah reguler. (RED)






