Usulkan Transportasi Massal ‘DKI Kaltim’ Pakai O-Bhan

Usulkan Transportasi Massal ‘DKI Kaltim’ Pakai O-Bhan

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Kalimantan Timur (Kaltim) seperti diketahui akhirnya resmi dipilih Presiden Joko Widodo sebagai ibu kota baru menggantikan Jakarta.

Nah, selain persoalan infrastruktur berupa bangunan perkantoran yang harus dipersiapkan pemerintah, apsek lainnya seperti transportasi massal juga tak kalah penting.

Pasalnya, kelak Kaltim yang bakal resmi menyandang embel-embel Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) ini dipastikan kian dipadati penduduk dengan mobilitas tinggi.

Makanya, perlu disiapkan sejak dini fasilitas transportasi umum yang tepat dan efisien.

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan, Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno mengatakan, paling tidak, untuk tahap awal, Kaltim sudah memiliki jaringan layanan transportasi umum berbasis jalan dengan bus sebagai pemeran utama.

“Tinggal dibuatkan lajur bus saja. Berikutnya, secara bertahap, harus dibangun transportasi umum berbasis jalan rel dengan pilihan trem, kereta gantung, O-Bhan, kereta ringan atau mass rapid transport (MRT),” tuturnya, Selasa (27/08/2019).

Dari deretan alternatif yang ia sebutkan, O-Bhan nampaknya cukup layak untuk diusulkan.

Namun apa sebenarnya O-Bhan itu?

Belum lama ini, Kementerian Perhubungan mengkaji angkutan massal yang merupakan gabungan antara bus rapid transit (BRT) dan light rapid transit (LRT) bernama “O-Bahn Busway”, sebagai alternatif pilihan angkutan massal perkotaan di Indonesia.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi mengatakan bahwa dengan membaiknya infrastruktur jalan, bus jenis terbaru ini dapat dimanfaatkan untuk mengurangi ‘jatah’ kendaraan pribadi di lalu lintas jalan.

“Dengan semakin terbangunnya infrastruktur jalan, tentunya perlu dilakukan antisipasi agar masyarakat tidak memenuhinya dengan kendaraan pribadi. Caranya yaitu dengan mengoptimalisasikan angkutan masalnya,” jelasnya, Minggu (23/06/2019).

Usulkan Transportasi Massal ‘DKI Kaltim’ Pakai O-Bhan

O-Bahn adalah busway berpemandu yang merupakan bagian dari sistem transit bus cepat.

Kendaraan ini memadukan konsep BRT dan LRT dalam satu jalur yang sama.

Sistem ini pertama kali diterapkan di Kota Essen, Jerman, dan saat ini sudah digunakan di berbagai negara seperti Australia dan Jepang.

Bus ini memiliki roda pandu yang berada di samping ban depan bus yang menyatu dengan batang kemudi roda depan.

Ketika bus memasuki jalur O-Bahn, supir tak perlu lagi mengendalikan arah bus karena roda pandu akan mengarahkan bus sesuai dengan arah rel pandu serta mencegah bus terperosok ke celah yang ada di jalur.

Kemenhub tengah berupaya mengoptimalkan prasarana dan sarana transportasi massal perkotaan di Indonesia, dalam rangka mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang berdampak terjadinya kemacetan yang menjadi permasalahan serius di daerah perkotaan di Indonesia.

LEBIH MURAH

Usulkan Transportasi Massal ‘DKI Kaltim’ Pakai O-Bhan

Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri menyampaikan bahwa seiring dengan perkembangan teknologi, saat ini banyak dikembangkan moda angkutan massal seperti O-Bhan, yang dapat dibangun dengan biaya lebih murah dibandingkan dengan LRT, dengan sedikit lebih mahal dibandingkan dengan BRT biasa.

“Kapasitasnya lebih besar daripada busway, tapi lebih kecil dari LRT, anggarannya memang lebih besar daripada busway karena kita harus membangun beberapa ruas jalur. Tempatnya mungkin di luar dari Jakarta, karena itu kami perlu lihat lagi bagaimana masterplan kotanya,” terangnya.

Dia menjelaskan Kemenhub akan melakukan kajian lebih lanjut dengan duduk bersama dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com