Wujud Kepedulian Lingkungan, HIMAKSI Unmul Gandeng Bank Sampah Faperta Gelar Jejak Bumi Berdaya 2026

Wujud Kepedulian Lingkungan, HIMAKSI Unmul Gandeng Bank Sampah Faperta Gelar Jejak Bumi Berdaya 2026

HARIANKALTIM.COM – Himpunan Mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi (HIMAKSI) Universitas Mulawarman menggandeng Bank Sampah Faperta Unmul menggelar kegiatan Jejak Bumi Berdaya 2026.

Kegiatan melalui Divisi Social Sustainable dalam program kerja Caring.com ini mengusung tema “From Trash to Cash”. Program tersebut menjadi langkah mahasiswa untuk memberikan edukasi dan aksi terkait pengelolaan sampah di Kota Samarinda.

Ketua Panitia Pelaksana Jejak Bumi Berdaya 2026, Nur Rahma Aidillah, mengatakan kegiatan tidak hanya berisi sosialisasi pemilahan sampah.

Peserta juga diarahkan membuat buku tabungan bank sampah dan mengikuti kegiatan pembuatan kerajinan.

“Kegiatan yang kami bawakan ini cukup beragam,” jelas Nur Rahma dalam rilis yang diterima Hariankaltim.com, Ahad (27/09/2026)

Ia melanjutkan, tak hanya memberikan ruang untuk sosialisasi mengenai pemilahan sampah kepada peserta atau para mahasiswa, tapi juga langsung mengarahkan peserta untuk membuat buku tabungan bank sampah.

Menurut Nur Rahma, kegiatan tersebut diharapkan meningkatkan kesadaran mahasiswa dalam mengelola dan memilah sampah.

“Setidaknya kita semua tahu bahwa persoalan sampah ini adalah hal yang sangat krusial dan dekat sekali dengan kehidupan kita,” katanya.

Rangkaian kegiatan disusun bertahap. Pemateri memaparkan data BPS dan membahas tren konsumerisme, termasuk fast fashion serta penggunaan kertas tugas sekali pakai.

Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai konsep 3R dan 9R, serta penerapannya untuk mendukung gaya hidup zero waste.

Materi kemudian diarahkan pada tindakan sederhana, seperti membawa tumbler, memilah sampah sesuai jenisnya, menyetorkan sampah bernilai jual, hingga menyumbangkan barang layak pakai sebelum membeli barang baru.

Dalam sesi praktik, peserta mendapat arahan untuk memilah sampah berdasarkan jenis dan bagian materialnya.

Peserta juga dipandu melakukan pendaftaran dan pembukaan rekening tabungan di Bank Sampah Faperta Unmul. Sampah yang memiliki nilai jual dikumpulkan untuk kemudian ditabung.

Kegiatan ditutup dengan praktik mengolah limbah plastik menjadi gantungan kunci atau keychain.

Dengan pendampingan Bank Sampah Faperta Unmul, peserta membuat sendiri kerajinan daur ulang tersebut dan membawanya pulang.

Dalam press release disebutkan, berdasarkan data SIPSN Kementerian Lingkungan Hidup, komposisi sampah plastik di Kalimantan Timur naik menjadi 19,3 persen, dari sebelumnya 16 persen.

Dokumen tersebut menyebut kondisi itu di Samarinda setara dengan hampir 80 ton sampah plastik baru setiap hari.

Melalui edukasi 3R dan 9R, praktik daur ulang, serta pembukaan rekening bank sampah, kegiatan ini diarahkan untuk mendorong mahasiswa mengelola sampah dan melihat nilai ekonomis dari sampah anorganik.

Wakil Dekan III FISIP Unmul, Daryono, M.Si., Ph.D., mengapresiasi kolaborasi HIMAKSI dan Bank Sampah Faperta Unmul.

“Pemilahan sampah ini sebenarnya mudah, tapi susah, maka kita perlu yang namanya edukasi,” ujar Daryono.

Ia menilai kegiatan tersebut bermanfaat dan dapat menjadi contoh positif bagi masyarakat.

Melalui Jejak Bumi Berdaya 2026, HIMAKSI Unmul mengemas kampanye edukasi lingkungan melalui kegiatan yang melibatkan peserta dalam sosialisasi, pemilahan sampah, tabungan bank sampah, hingga praktik pengolahan limbah plastik. (RED)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com