HARIANKALTIM.COM – Dalam satu malam, dua kebakaran terjadi di dua lokasi berbeda di Kota Samarinda. Polanya serupa: api muncul tiba-tiba, merembet cepat, dan diduga kuat dipicu arus pendek listrik.
Kebakaran pertama terjadi pada Sabtu malam (08/11/2025) di Jalan KH Harun Nafsi RT 15, Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir.
Sebanyak enam lapak pedagang kaki lima hangus terbakar sekitar pukul 20.11 Wita.
Bangunan semi permanen yang berdempetan membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Samarinda bersama relawan tiba di lokasi tak lama setelah laporan masuk.
Namun, proses pemadaman terkendala karena minimnya sumber air di sekitar area kejadian.
Tidak ada korban jiwa, tetapi kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Dugaan awal, api berasal dari korsleting listrik di salah satu lapak pedagang.
Beberapa jam kemudian, pada Minggu dini hari (09/11/2025), kebakaran kembali terjadi di Komplek Perumahan Guru Blok AE RT 28, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu.
Api mulai terlihat sekitar pukul 03.50 Wita, saat sebagian besar warga masih tertidur.
Dua rumah tunggal hangus terbakar, sementara satu bangunan lain terdampak ringan.
Menurut data Info Taruna Samarinda (ITS), dua kepala keluarga dengan tujuh jiwa kehilangan tempat tinggal akibat peristiwa itu.
Tidak ada korban jiwa, dan dugaan sementara kembali mengarah pada arus pendek listrik.
Kondisi permukiman yang padat dan dominasi material kayu membuat api cepat menjalar sebelum berhasil dikendalikan.
Pemadaman dilakukan gabungan antara Disdamkar dan relawan dari berbagai posko hingga api benar-benar padam sekitar satu jam kemudian.
Dua kebakaran dengan penyebab serupa dalam waktu berdekatan ini kembali menjadi peringatan bagi warga Samarinda.
Pemerintah diminta memperbanyak titik hidran dan melakukan pemeriksaan rutin instalasi listrik di kawasan padat penduduk maupun area usaha. (RED)







