HARIANKALTIM.COM – Rencana kegiatan nonton bareng (nobar) Film Pramuka di Samarinda dikeluhkan sebagian orang tua siswa.
Meski disebut tidak wajib, sejumlah wali murid mengaku tetap merasa terbebani. Mereka khawatir anaknya merasa dikucilkan apabila tidak ikut bersama teman-temannya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun HarianKaltim.com, kegiatan nobar dijadwalkan berlangsung di CGV Samarinda pada 10 Agustus 2026. Sebelum pelaksanaan, sekolah telah menyosialisasikan kegiatan tersebut kepada orang tua.
Dalam informasi yang diterima wali murid, biaya nobar ditetapkan Rp29 ribu per siswa. Namun, menurut sejumlah orang tua, biaya itu belum termasuk transportasi dan uang jajan yang perlu disiapkan selama kegiatan.
“Katanya memang tidak wajib, tapi kalau anak tidak ikut, kasihan karena teman-temannya berangkat semua. Anak bisa merasa dikucilkan,” ujar seorang wali murid.
Ia mengatakan pengeluaran orang tua tidak hanya untuk membeli tiket bioskop. “Belum lagi ongkos dan uang jajan. Jadi yang dikeluarkan orang tua lebih dari Rp29 ribu,” katanya.
Wali murid lainnya juga menyebut sekolah tidak mewajibkan seluruh siswa mengikuti kegiatan tersebut. Namun, ia mengakui sebagian orang tua tetap khawatir jika anaknya menjadi satu di antara sedikit siswa yang tidak ikut.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Samarinda bersama penyelenggara menggelar sosialisasi dan pemutaran Film Pramuka di CGV Plaza Mulia Samarinda, Kamis lalu (16/07/2026).
Kegiatan itu dihadiri jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, kepala sekolah, serta pengurus Gerakan Pramuka.
Dalam kegiatan tersebut, Film Pramuka diperkenalkan sebagai media pendidikan karakter bagi peserta didik.
HarianKaltim.com telah meminta konfirmasi Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Dr. Ibnu Araby, pada Kamis (23/07/2026). Hingga berita ini diterbitkan, pesan yang dikirim melalui WhatsApp belum mendapat tanggapan. (RED)






