Warga Mulai Keluhkan Harga Masker, Stok Pemprov Kaltim 15 Ribu Kotak Belum Dibagikan

Warga Mulai Keluhkan Harga Masker, Stok Pemprov Kaltim 15 Ribu Kotak Belum Dibagikan

HARIANKALTIM.COM – Kabut asap dan debu akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta cuaca kering mulai mendorong warga membeli masker.

Di Samarinda, warga mengaku membeli masker seharga Rp38.000 per kotak, berisi 50 lembar.

Menurut warga, masker sejenis biasanya dijual sekitar Rp25.000–Rp30.000 per kotak.

Di tengah kebutuhan yang meningkat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim menyatakan telah menyiapkan 15.000 kotak masker untuk dibagikan ke kabupaten/kota jika diperlukan.

Namun, stok tersebut belum langsung didistribusikan. Penyalurannya masih menunggu permintaan dari pemerintah kabupaten/kota.

Kondisi ini berlangsung saat kasus ISPA tercatat di seluruh kabupaten/kota Kaltim.

Data SKDR Kementerian Kesehatan per 22 Agustus 2026 mencatat 216.116 kasus.

Balikpapan menjadi daerah dengan kasus tertinggi, 66.468 kasus, disusul Samarinda 48.230, Kutai Kartanegara 29.453, Paser 22.284, Kutai Timur 22.032, Berau 20.549, Penajam Paser Utara 10.386, Bontang 7.670, Kutai Barat 7.562, dan Mahakam Ulu 1.482 kasus.

Selain masker, Dinkes Kaltim juga menyiapkan obat-obatan untuk ISPA dan penyakit infeksi lainnya.

Sementara itu, ancaman asap juga mulai menyentuh lingkungan sekolah. Pemprov Kaltim membuka opsi pembelajaran jarak jauh jika kualitas udara memburuk dan mendorong penggunaan masker bagi siswa serta tenaga pendidik.

Dengan kebutuhan yang mulai meningkat, realisasi distribusi 15.000 kotak masker menjadi perhatian.

Termasuk berapa yang telah keluar dari gudang Dinkes, daerah yang sudah mengajukan permintaan, jumlah yang dikirim, serta harga pengadaannya. (RED)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com