HARIANKALTIM.COM – Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Kota Samarinda, Noor Wahid Hasyim, hingga saat ini belum memberikan tanggapan terkait ramainya keluhan warga berkaitan lonjakan tagihan air.
Permintaan konfirmasi dari media seputar kasus ini belum dijawab meski telah dihubungi sejak lebih seminggu lalu.
Seperti diberitakan sebelumnya, banyak warga Samarinda mengeluhkan tagihan air yang tiba-tiba melonjak hingga berkali-kali lipat tanpa alasan jelas.
Salah satu pelanggan menyebutkan bahwa setelah mengadukan masalah tersebut, mereka justru mendapat respons kurang menyenangkan dari oknum petugas PDAM yang terkesan sarkastik.
Tidak hanya itu, ada warga lain yang mengaku tagihan airnya membengkak hingga belasan juta rupiah.
“Tagihan saya bulan ini mendadak jadi Rp14 juta. Saat saya tanyakan, petugas malah terkesan tak peduli dan tidak memberikan solusi,” ujar salah satu pelanggan yang kaget dengan jumlah tagihan tersebut.
Kasus ini memicu keresahan di kalangan masyarakat yang merasa terbebani oleh tagihan yang tidak sesuai dengan pemakaian air sehari-hari.
Selain itu, sikap petugas yang dinilai tidak profesional menambah kekecewaan warga.
“Saya biasanya hanya membayar sekitar Rp200 ribu, tiba-tiba tagihan mencapai Rp600 ribu. Saat saya adukan, bukannya mendapatkan solusi, saya malah disambut dengan sikap tidak ramah,” keluh pelanggan lain.
Kekecewaan warga semakin bertambah dengan belum adanya respons dari pihak Perumdam Tirta Kencana, khususnya dari Noor Wahid Hasyim selaku Direktur Utama, yang diharapkan bisa segera memberikan klarifikasi terkait masalah ini.
Masyarakat kini menunggu tindakan nyata dari perusahaan daerah yang bertanggung jawab atas pelayanan air bersih di Kota Samarinda, untuk memberikan penjelasan serta solusi yang adil bagi pelanggan yang terdampak. (RED)







