SOROTAN
FAM Resmi Laporkan Kasus Miliaran Baznas Kaltim ke Kejaksaan        Salah Satu SPBU Baru di Samarinda Diduga Langgar Aturan      Kontraktor Curhat Setoran Naik Jadi 15 Persen      Warga Tetangga PDAM Ngaku Tak Pernah Dapat Bantuan CSR      Ada Tulisan Parkir Gratis, Tapi Jukir di Minimarket Masih Dibiarkan

Dulu Pimpronya, Kini Jadi Bosnya Puskesmas Bengkuring

Dulu Pimpronya, Kini Jadi Bosnya Puskesmas Bengkuring

Permintaan Wali Kota Samarinda Andi Harun terkait pengangkatan kepala puskesmas agar dirampungkan pada minggu ini, akhirnya telah terlaksana.

Bertempat di Rumah Jabatan Wali Kota, Jalan S Parman, Senin (21/02/2022), dilaksanakan pelantikan 26 kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) puskesmas se-Samarinda.

Termasuk Puskesmas Bengkuring.

Puskesmas yang berlokasi di perumahan eks warga bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) tersebut, belum lama ini jadi sorotan lantaran bangunannya mengalami banyak kerusakan.

Dulu Pimpronya, Kini Jadi Bosnya Puskesmas Bengkuring

Padahal gedung berlantai dua yang tampak megah itu terhitung baru.

Belum sampai dua tahun.

Nah, kini bos Puskesmas Bengkuring dijabat H Subagio SST.

Mantan kepala Puskesmas Sambutan itu diketahui juga sempat menjadi pimpro atau kini disebut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) saat pembangunan Puskesmas Bengkuring pada 2020 lalu.

Dikonfirmasi HarianKaltim.com, sore tadi, Subagio membenarkan telah dimutasi ke Bengkuring.

Tak banyak komentar yang ia sampaikan, termasuk saat disinggung tanggungjawab perbaikan Puskesmas Bengkuring yang belum juga selesai, padahal sudah sekitar sebulan dikerjakan eks kontraktornya, PT Najla Syakira.

“Iya Pak, terimakasih,” tulis Subagio via WhatsApp.

CATATAN WALI KOTA

Sementara itu, Wali Kota dalam sambutan pada pelantikan memberikan catatan penting kepada Kepala UPTD yang baru saja dilantik dan dikukuhkan.

Terutama mengatasi masalah kesehatan akan lebih mudah apabila dilakukan bersama. 

Oleh karena itu, ia menegaskan untuk selalu bekerja sama dengan tenaga kesehatan yang lain dan jangan bersekat-sekat. 

Juga terus bersatu dan pimpin Puskesmas dengan semua pegawai yang ada baik ASN maupun non ASN.

Kesulitan-kesulitan yang terjadi di lapangan, lanjut Andi Harun, jangan dijadikan sebagai sebuah alasan penghambat tetapi anggap sebagai tantangan yang harus diatasi. 

Ia juga menegaskan agar menghormati adanya kearifan budaya lokal dan berinteraksi dengan aparatur lainnya serta masyarakat di tempat kerjanya masing-masing.

“Bekerjalah sesuai dengan kewenangan masing-masing profesi, dan yang paling penting untuk memperhatikan standar-standar pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Andi Harun sebagaimana rilis Kominfo. (MH)