SOROTAN
FAM Resmi Laporkan Kasus Miliaran Baznas Kaltim ke Kejaksaan        Salah Satu SPBU Baru di Samarinda Diduga Langgar Aturan      Kontraktor Curhat Setoran Naik Jadi 15 Persen      Warga Tetangga PDAM Ngaku Tak Pernah Dapat Bantuan CSR      Ada Tulisan Parkir Gratis, Tapi Jukir di Minimarket Masih Dibiarkan

Gubernur Kaltara Cek Mobil yang Tewaskan Putranya

Gubernur Kaltara Cek Mobil yang Tewaskan Putranya
Gubernur Kaltara saat mengecek kondisi mobil kader PSI yang mengalami kecelakaan dan menewaskan anaknya, AKP Novandi. (foto: ANTARA/Mentari Dwi Gayati)

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal Arifin Paliwang mengecek mobil yang digunakan putranya, almarhum AKP Novandi Arya Kharisma, dalam kecelakaan tunggal di Kawasan Senen, Jakarta Pusat, Senin (07/02) dini hari.

Zainal Arifin tiba di Polres Metro Jakarta Pusat sekitar pukul 13.30 WIB, Kamis (10/02/2022), didampingi Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Purwanta. 

Ia langsung menuju mobil tersebut, kemudian memeriksa sisi kiri mobil yang diduga diduduki AKP Novandi.

Ia mengamati sedan Toyota Camry hitam yang kini keadaannya hangus karena seluruh bodi terbakar.

Sesekali Zainal juga mengambil ponsel untuk mengabadikan mobil yang dikendarai sang putra itu bersama korban lainnya bernama Fatimah.

Setelah mengamati kondisi mobil, Zainal pun pergi meninggalkan Polres Metro Jakarta Pusat.

Ia enggan memberikan keterangan kepada awak media yang berada di lokasi.

Sementara itu, Kompol Purwanta mengatakan kunjungan Gubernur Kaltara bermaksud untuk melihat kondisi mobil yang ditumpangi AKP Novandi Arya Kharisma.

“Beliau hanya ngecek, itu aja. Hanya meminta agar anaknya ditempatkan di tempat terbaik,” kata Purwanta.

Putra Gubernur Kalimantan Utara Zainal A Paliwang, AKP Novandi Arya Kharizma dan Kader PSI atas nama Fatimah tewas dalam kecelakaan tunggal di kawasan Senen, Jakarta Pusat pada Senin (07/02) pukul 00.30 WIB.

Penyidik kepolisian mengungkapkan bahwa pengemudi kendaraan dalam kecelakaan maut tersebut adalah Fatimah sehingga yang bersangkutan kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

“Karena ini kecelakaan lalu lintas tunggal, kemudian pengemudinya adalah saudari F menyebabkan korban saudara NAK, maka si pengemudi saudari F ini dijadikan sebagai tersangka,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo di Jakarta, Rabu (09/02).

Fatimah diketahui sebagai pengemudi kendaraan nahas tersebut berdasarkan keterangan saksi. Kasus ini dihentikan karena kedua korban meninggal dunia.

(Sumber: Antara)