SOROTAN
FAM Resmi Laporkan Kasus Miliaran Baznas Kaltim ke Kejaksaan       Kontraktor Curhat Setoran Naik Jadi 15 Persen      Warga Tetangga PDAM Ngaku Tak Pernah Dapat Bantuan CSR      Ada Tulisan Parkir Gratis, Tapi Jukir di Minimarket Masih Dibiarkan

Jalan Rusak Berkubang Lumpur, PU Samarinda Janji Segera Perbaiki

Jalan Rusak Berkubang Lumpur, PU Samarinda Janji Segera Perbaiki

Sejak rampungnya konstruksi Jembatan Lempake Tepian beberapa waktu lalu, kondisi salah satu sisi jalan pendekatnya masih belum mulus.

Jalan yang berada di wilayah Gunung Kapur, Lempake itu hingga kini rusak parah.

Terlebih saat musim penghujan, kubangan lumpur kian menyulitkan pengendara yang melintas, khususnya pengemudi roda dua.

Tak sedikit pengendara yang harus jatuh bangun terjebak lubang berlumpur.

Bahkan ada yang sampai sepeda motornya mengalami kerusakan serius, sehingga harus diperbaiki dengan biaya yang cukup banyak.

Seperti yang dialami Rian, warga Perumahan Bengkuring belum lama ini.

Tunggangannya terpaksa masuk bengkel usai terperosok di dalam kubangan lumpur di jalan tersebut.

Beruntung karyawan swasta ini tidak mengalami cedera yang berarti, meski jatuh di jalan berlumpur dan juga berbatu-batu.

Jalan Rusak Berkubang Lumpur, PU Samarinda Janji Segera Perbaiki

Rian dan warga masyarakat lainnya tentu berharap besar agar jalan itu segera diperbaiki.

Sebab merupakan jalur pintas yang menghubungkan kawasan Lempake maupun Gunung Lingai dengan Bengkuring, Sempaja, Kecamatan Samarinda Utara.

Lantas apa tanggapan instansi terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda?

Dikonfirmasi HarianKaltim.com, Kamis (04/11/2021) malam, Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga, Budi Santoso menjanjikan, perbaikan jalan tersebut akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Saat ini, prosesnya dalam tahap persiapan untuk pengumuman lelang.

“Kemungkinan pertengahan November ini sudah bisa mulai pekerjaan fisik. Kalau sekarang, nunggu jadwal diumumkan,” ujarnya.

Ia menerangkan pula, jalan tersebut baru bisa diperbaiki saat ini, lantaran sempat terkendala masalah pembebasan lahan. (MH)