HARIANKALTIM.COM – Pergerakan tanah yang menyebabkan longsor di Jalan Poros Samarinda–Balikpapan Km 28, Dusun Tani Jaya, Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, pada 24–25 April 2025, mendapat perhatian luas.
Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Polsek Loa Janan, Relawan Siaga Batuah, dan Pemerintah Desa Batuah telah meninjau lokasi dan melakukan penanganan darurat.
Penimbunan tanah dan batu laterit dilakukan agar jalur nasional ini tetap dapat dilewati, meskipun secara terbatas. Sejumlah pohon kelapa di sisi jalan juga akan ditebang untuk memperlancar proses perbaikan.
“Langkah ini dilakukan agar kendaraan kecil seperti sepeda motor dan mobil masih bisa melintas. Kami berharap material tambahan segera tiba hari ini, karena jika dibiarkan, kondisi jalan akan bertambah parah dan berisiko tidak bisa dilewati lagi,” ujar Kepala Desa Batuah, Abdul Rasyid.
Ia juga mengimbau pengguna jalan untuk tetap berhati-hati saat melintasi lokasi longsor tersebut..
Untuk mengetahui penyebab longsor, Pemerintah Desa Batuah bersama 11 perusahaan tambang yang tergabung dalam Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) sepakat mendanai pengadaan alat ukur bencana.
Kajian dari Universitas Mulawarman (Unmul) akan menjadi dasar penentuan apakah longsor terjadi akibat aktivitas tambang atau faktor alam.
Jika hasil kajian menunjukkan keterkaitan dengan aktivitas tambang, perusahaan diminta bertanggung jawab penuh, termasuk memberikan ganti rugi atas rumah warga dan masjid yang rusak.
Pemkab Kukar melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) juga siap membangun rumah tipe 36 untuk warga terdampak, sedangkan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) akan membantu pembangunan kembali masjid.
Lokasi longsor diketahui berada dalam area Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Baramulti. Namun, biaya pengadaan alat ukur bencana akan ditanggung bersama oleh sejumlah perusahaan tambang sebagai bentuk tanggung jawab sosial.
“Jarak aktivitas tambang terdekat sekitar dua kilometer dari titik longsor, dan sekitar 300 meter terdapat jalan hauling yang melintasi jalan nasional,” jelas Abdul Rasyid. (RED)







