SOROTAN
FAM Resmi Laporkan Kasus Miliaran Baznas Kaltim ke Kejaksaan        Salah Satu SPBU Baru di Samarinda Diduga Langgar Aturan      Kontraktor Curhat Setoran Naik Jadi 15 Persen      Warga Tetangga PDAM Ngaku Tak Pernah Dapat Bantuan CSR      Ada Tulisan Parkir Gratis, Tapi Jukir di Minimarket Masih Dibiarkan

Lagi, Samarinda Tambah Ratusan Sekolah Tatap Muka

Lagi, Samarinda Tambah Ratusan Sekolah Tatap Muka

Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Samarinda Asli Nuryadin mengatakan sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Samarinda akan ditambah sebanyak 144 sekolah.

“Hingga kini sekolah yang melaksanakan PTM sebanyak 136 sekolah dan akan ditambah lagi sebanyak 114 sekolah,” katanya di Samarinda, Selasa (09/11/2021).

Ia mengatakan pelaksanaan PTM selama ini berjalan normal tanpa ada keluhan atau dampak negatif, sehingga akan kita tambah sekolah yang melaksanakan PTM.

Menurutnya jika saat ini PTM sebanyak 136 kemudian ditambah 144 sekolah jadi jumlahnya ada 280 sekolah dan akan dimulai dalam waktu dekat.

Dikemukakannya bahwa jumlah guru-guru yang sudah divaksin hampir semua, sedangkan untuk murid memang belum semua, namun instansi terkait bersama pihak sekolah terus melakukan vaksinasi.

“Murid ada yang belum divaksin dan ada yang sudah.Tapi vaksinasi terus berjalan dimana-mana,” ucapnya.

Asli Nuryadin mengungkapkan PTM memang sudah ditunggu oleh orangtua dan anak-anak, mengingat sudah setahun lebih pembelajaran online dilakukan dan menimbulkan kejenuhan.

Lanjut dia pelaksanaan PTM dilakukan secara bertahap dan dengan catatan sekolah itu harus mempersiapkan paling tidak protokol kesehatannya (prokes) dulu secara umum.

Kemudian PTM dilaksanakan berdasarkan beberapa ketentuan.

“Waktu pembelajaran hanya 2 jam, yang hadir tatap muka pun hanya setengah dari jumlah murid, tidak dibolehkan full di kelas,” bebernya.

Asli Nuryadin berharap pemberlakuanpembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Samarinda bisa turun ke level 1, bahkan tidak ada sama sekali agar masyarakat bisa beraktivitas normal seperti dulu.

“Setidaknya sekolah sudah bisa melaksanakan sekolah tatap muka walau belum full, artinya menghilangkan kejenuhan sekolah online,” tutupnya. (ant)