SOROTAN
FAM Resmi Laporkan Kasus Miliaran Baznas Kaltim ke Kejaksaan       Kontraktor Curhat Setoran Naik Jadi 15 Persen      Warga Tetangga PDAM Ngaku Tak Pernah Dapat Bantuan CSR      Ada Tulisan Parkir Gratis, Tapi Jukir di Minimarket Masih Dibiarkan

Semua Serba Mahal, Pedagang Untuk-untuk Sampai Menangis

Semua Serba Mahal, Pedagang Untuk-untuk Sampai Menangis

Kelangkaan gas elpiji 3 kg di Kota Samarinda rupanya masih belum sepenuhnya berakhir.

Warga di sejumlah kawasan hingga pasca dua hari perayaan Lebaran Idul Fitri belum juga mendapatkan gas bersubsidi itu dengan mudah

Kalau pun ada, harganya sudah naik

“Anak saya yang beli, gak tau dimana. Dapatnya Rp30 ribu, padahal sebelum Lebaran masih Rp25 ribu,” ujar seorang penjual gorengan di Jalan Lambung Mangkurat, saat ditanya HarianKaltim.com, Rabu (04/05/2022)

Dengan mata berkaca-kaca, ibu pedagang kecil jajanan untuk-untuk ini mengatakan terpaksa menaikkan harga jual dagangannya

“Sekarang empat Rp5 ribu, gak bisa lagi untuk-untuknya satu seribu. Semua serba mahal. Minyak goreng juga duluan naik, dua liter Rp52 ribu,” tuturnya, sambil menatap dagangannya yang masih menumpuk

Sementara, jarum jam sudah mendekati angka sembilan

Langka dan mahalnya LPG bersubsidi ini tampaknya memang dirasakan banyak warga Kota Tepian

Bahkan di Samarinda Seberang dilaporkan harga gas tabung melon menembus Rp80 ribu

Pihak Pertamina justru kaget saat mendengar kabar kelangkaan ini

Manager Communication & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Susanto August Satria mengklaim, pada hari kedua Lebaran, pihaknya telah memantau pendistribusian pengisian elpiji di Samarinda telah berjalan normal

Ia berdalih, di hari raya pertama para petugas Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) menunaikan Shalat Id dan kemudian berlebaran bersama keluarga.

Tapi tidak berlangsung lama dan stasiun pengisian gas kembali beroperasi.

“Makanya kami kaget adanya laporan terjadinya kelangkaan elpiji tiga kilogram,” tukasnya dilansir Antara. (MH)