Tiga Kebakaran dalam 48 Jam Gegerkan Samarinda

Tiga Kebakaran dalam 48 Jam Gegerkan Samarinda

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

HARIANKALTIM.COM – Dalam waktu kurang dari 48 jam, Kota Samarinda digegerkan oleh tiga kejadian kebakaran yang menghanguskan sejumlah bangunan.

Kebakaran tersebut melibatkan rumah tinggal, panti pijat, dan sebuah gedung, yang menimbulkan kerugian material yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

  1. Kebakaran di Panti Pijat Mutiara Massage – 20 Juni 2025

Kebakaran pertama terjadi pada Kamis, 20 Juni 2025, sekitar pukul 14:20 WITA di sebuah panti pijat Mutiara Massage yang terletak di Jalan Bukit Alaya. Api melalap habis lantai dua bangunan tersebut, yang digunakan sebagai ruang istirahat karyawan.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material cukup besar. Petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan api dalam waktu kurang dari 30 menit setelah menerima laporan.

  1. Kebakaran di Jalan Wolter Monginsidi – 21 Juni 2025

Kebakaran kedua terjadi pada Sabtu, 21 Juni 2025, sekitar pukul 03:40 WITA di Jalan Wolter Monginsidi. Api melalap habis tiga rumah yang terletak berdampingan. Beruntung, pemilik rumah yang terdiri dari pasangan lansia berhasil keluar dan menyelamatkan diri.

Dinas Pemadam Kebakaran Samarinda menerjunkan 10 unit mobil pemadam dan 40 personel untuk memadamkan api. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan mencapai lebih dari Rp 200 juta.

  1. Kebakaran di Hotel Atlet – 18 Juni 2025

Kebakaran ketiga terjadi pada Rabu malam, 18 Juni 2025, sekitar pukul 22:00 WITA di Hotel Atlet yang terletak di kawasan GOR Kadrie Oening. Kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik di ruang instalasi kabel.

Meskipun api menghanguskan beberapa bagian hotel, beruntung tidak ada korban jiwa karena hotel dalam keadaan kosong saat kejadian. Tim pemadam kebakaran berhasil mengendalikan api dalam waktu singkat, dan tidak ada kerugian jiwa yang dilaporkan.

Pihak berwenang mengingatkan warga agar lebih berhati-hati dalam menggunakan alat-alat elektronik dan memastikan instalasi listrik mereka aman, terutama di musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran akibat korsleting listrik.

Dinas Pemadam Kebakaran juga mengimbau masyarakat untuk memeriksa instalasi listrik secara berkala, serta memastikan bahwa sumber api, seperti lilin dan kompor, selalu dipadamkan setelah digunakan.

Dengan ketiga kebakaran yang terjadi dalam waktu singkat, kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran dan perlunya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. (RED)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0821-522-89-123 atau email: hariankaltim@ gmail.com