HARIANKALTIM.COM – Di tengah ancaman karhutla dan kabut asap, permohonan bantuan masker dari Mahakam Ulu tercatat masih “menunggu proses Dinkes Prov. Kaltim” hingga 21 Agustus 2026. Sepekan kemudian, laporan Dinas Kesehatan Kaltim mencatat adanya pembagian masker di daerah tersebut.
Kronologi itu tercantum dalam Situation Report Penanganan Karhutla di Provinsi Kalimantan Timur per 28 Agustus 2026, diterima Hariankaltim.com, Jumat malam (29/08/2026).
Dokumen yang sama juga mengungkap dua persoalan lain: stok masker/APD terbatas dan “dampak kesehatan belum menjadi prioritas” dalam koordinasi Satgas karhutla.
Pada 21 Agustus, BPBD Kaltim mencatat 911 titik panas. Data SiPongi+ periode 1 Januari–15 Agustus mencatat 13.559 deteksi satelit multi-sensor, dengan 5.528 deteksi pada Agustus.
Untuk Mahakam Ulu, permohonan pada 21 Agustus mencakup 1.500 masker 3-ply, 1.500 masker anak dan 500 masker N95, total 3.500 masker. Namun, statusnya masih tercatat “Menunggu proses Dinkes Prov. Kaltim.”
Pada 28 Agustus, laporan Dinkes mencatat pembagian vitamin C dan masker di Mahakam Ulu. Tidak disebutkan jumlah masker yang dibagikan maupun apakah seluruh permohonan 3.500 masker telah terpenuhi.
STOK MASKER TERBATAS
Dalam bagian permasalahan penanggulangan krisis kesehatan karhutla, Dinkes Kaltim mencatat keterbatasan stok masker/APD.
Paparan asap tanpa APD disebut meningkatkan risiko ISPA, dengan rekomendasi pengajuan buffer stock masker kepada Dinkes Provinsi Kaltim/Pusat Krisis.
Pada bagian koordinasi Satgas, Dinkes menulis “dampak kesehatan belum menjadi prioritas” dengan keterangan bahwa fokus penanganan masih dominan pada pemadaman fisik. Dinkes merekomendasikan penguatan advokasi Klaster Kesehatan dalam Satgas.
15 RIBU KOTAK
Sebelumnya, kepada media, Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin menyatakan sekitar 15.000 kotak masker telah disiapkan untuk dibagikan ke kabupaten/kota jika diperlukan.
Namun, laporan distribusi dalam dokumen Situation Report tidak memuat total masker yang telah disalurkan di seluruh Kaltim.
Angka yang tercatat secara jelas hanya berasal dari dua lokasi pada 28 Agustus. Sebanyak 9 box N95 disalurkan kepada warga terdampak di Kelurahan Pendingin, Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara. Sembilan box lainnya disalurkan di Kelurahan Pulau Atas, Sambutan, Samarinda. Totalnya 18 box N95.
Di Berau, laporan hanya menyebut pembagian masker dan edukasi tanpa mencantumkan jumlah. Di Palaran, Samarinda, masker diserahkan kepada tim relawan, juga tanpa jumlah. (RED)






